Jokowi dijadwalkan hadir di Entrepreneurs Wanted! yang dikemas Hi-tech

Yuli Saputra
Presiden Jokowi ingin menjadikan Indonesia sebagai The Digital Energy of Asia dengan valuasi industri $130 miliar pada tahun 2020.

PESTA WIRAUSAHA. Pameran UMKM dan pesta kuliner 1.000 masakan nusantara pada 9-11 Mei. Foto oleh Uni Lubis/Rappler

BANDUNG, Indonesia – Presiden Joko Widodo dijadwalkan hadir di acara Entrepreneurs Wanted! yang bakal digelar di Sasana Budaya Ganesha, Jalan Tamansari Kota Bandung, pada Senin, 18 Desember 2017. 

Entrepreneurs Wanted! adalah sebuah acara bincang-bincang edukatif antara wirausahawan dengan mahasiswa yang diinisiasi Kantor Staf Presiden (KSP).

Ditargetkan lebih dari 2000 pelajar dan mahasiswa akan menghadiri kegiatan yang memang bertujuan menumbuhkan semangat kewirausahaan generasi muda Indonesia. Kaum muda yang disebut milenial itu akan dipertemukan dengan wirausahawan terbaik tanah air, seperti Willian Tanuwijaya, CEO dan pendiri Tokopedia, serta Andi Taufan Garuda Putra, CEO dan pendiri Amartha.

“Kita mencari entrepreneurs  di kalangan anak muda dengan cara mengundang entrepreneurs  yang sudah sukses supaya menularkan ilmunya dan menginspirasi generasi muda,” kata Koordinator Media dan Publikasi Entrepreneurs Wanted!, Catharina Widyasrini, saat jumpa pers pada Minggu, 17 Desember 2017.

Karena targetnya anak muda, maka acara pun dikemas menarik dengan memanfaatkan teknologi tinggi atau Hi-tech.  Catharina menyebutkan prosesi acara akan dilakukan secara digital.

“Audience-nya anak muda, jadi pendekatannya harus digital.  Jadi kalau digital itu semua tampilan, backdrop, pertanyaan, pendaftaran, semuanya memanfaatkan teknologi,” kata perempuan yang biasa disapa Rini ini.

Rini menyebutkan, panitia akan memasang LED berukuran 12×3 meter di panggung utama.  Konsep acara disusun secara interaktif.  Pertanyaan juga diajukan tidak secara manual tapi digital, melalui aplikasi Sli.DO

“Sli.DO adalah aplikasi yang berbasis web yang memungkinkan peserta memasukkan pertanyaan secara online.  Nanti ditampilkan di layar pakai LED. Jadi peserta bertanya dengan menggunakan gadget,” papar Rini.

Konsep tersebut sesuai dengan cita-cita Presiden Jokowi yang ingin menjadikan Indonesia sebagai The Digital Energy of Asia dengan valuasi industri yang mencapai 130 miliar dolar AS di tahun 2020.

Kepala KSP, Teten Masduki mengatakan, pemerintah ingin merangsang pertumbuhan wirausahawan terutama di ranah industri digital. Menurut Teten, Indonesia memiliki semua potensi yang diperlukan untuk dapat menjadi pusat kekuatan ekonomi digital di Asia.

Merujuk pada laporan Tetra Pak index 2017 yang menyebutkan Indonesia memiliki 132 juta pengguna internet, dengan 40 persen dari jumlah tersebut merupakan pengguna aktif media sosial.  Sementara, jumlah pengguna internet yang mengakses media sosial melalui perangkat mobile mencapai 39 persen dari total pengguna internet.

Teten  mengatakan, peran wirausahawan dalam pembangunan Indonesia sangat penting. Selain memiliki andil dalam penciptaan lapangan kerja, para wirausahawan juga turut memberikan dukungan terhadap pertumbuhan ekonomi melalui bidang usahanya masing-masing.

“Namun, sayangnya jumlah wirausahawan di Indonesia masih tergolong kecil,” ujar Teten.

Menurut data Kementerian Koperasi dan UKM, jumlah wirausahawan pada 2017 baru mencapai 3,31 persen dari jumlah penduduk Indonesia, sementara standar Bank Dunia adalah sebesar 4 persen. Dibandingkan dengan negara ASEAN lainnya, jumlah wirausahawan Indonesia lebih kecil dari Singapura (7 persen), Malaysia (5 persen), dan Thailand (4,5 persen), serta tidak berbeda jauh dari Vietnam (3,3 persen).

Sementara itu, Deputi III Bidang Kajian dan Pengelolaan Isu-isu Ekonomi Strategis KSP mengharapkan, program Entrepreneurs Wanted! mampu membuka wawasan dan memberikan inspirasi bagi putra-putri penerus bangsa, agar dapat menjadi wirausahawan tangguh di masa depan.
Sepanjang tahun 2017 ini, KSP telah menyelenggarakan Entrepreneurs Wanted! secara rutin setiap bulannya. Gelaran Entrepreneurs Wanted! di Bandung berbeda dibanding sebelumnya karena diadakan dalam skala yang lebih besar. Di Bandung merupakan kegiatan yang kedelapan kalinya, namun yang pertama kalinya dihadiri oleh presiden.

“Ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam meningkatkan jumlah wirausahawan di tanah air, lewat bincang-bincang ke kampus-kampus ini, kami menyebarkan virus kewirausahaan, sehingga para penerus republik ini dapat terinspirasi dan belajar untuk menjadi wirausahawan yang sukses,” kata Denni. – Rappler.com