US basketball

Apa yang akan terjadi pada SHINee setelah Jonghyun meninggal?

Sakinah Ummu Haniy
Mungkin kita bisa memprediksi bagaimana masa depan SHINee dengan melihat beberapa grup musik yang juga kehilangan anggotanya karena meninggal dunia

JAKARTA, Indonesia — Salah satu anggota boyband SHINee, Kim Jonghyun, meninggal dunia pada Senin, 18 Desember. Pria berusia 27 tahun tersebut ditemukan terkapar di apartemennya karena terlalu banyak menghirup karbon monoksida.

 

Boyband yang debut sejak tahun 2008 ini adalah salah satu dari sedikit boyband K-pop yang belum pernah kehilangan satu pun personelnya sejak debut. Dengan kematian Jonghyun, kini SHINee hanya tersisa empat anggota yaitu Onew, Key, Minho, dan Taemin.

Apa yang akan terjadi pada boyband yang berada di bawah naungan manajemen SM Entertainment ini? 

FORMASI LENGKAP. Lima personel SHINee tampil membawakan lagu 'Dream Girl'. Foto dari Facebook/SHINee

Tentu pertanyaan tersebut belum memiliki jawaban yang pasti karena Jonghyun baru saja meninggal. Bahkan kabarnya, jenazah Jonghyun baru akan dimakamkan pada 21 Desember nanti. Tetapi mungkin kita bisa memprediksi bagaimana masa depan grup pelantun lagu Ring Ding Dong tersebut dengan melihat beberapa grup musik yang juga kehilangan anggotanya karena meninggal dunia.

Queen – 1991

QUEEN. Freddie Mercury (tengah) tampil menjadi vokalis grup rock legendaris Queen dalam sebuah konser di Palais Omnisports, Paris pada 18 September 1984. Foto oleh Jean-Claude Coutausse/AFP

Salah satu band paling legendaris di dunia, Queen pernah kehilangan sosok vokalis ikonik Freddie Mercury yang meninggal karena HIV dan AIDS pada 24 November 1991. Pria bernama asli Farrokh Bulsara ini merupakan sosok yang sangat penting bagi Queen karena tak hanya sebagai vokalis, ia juga menulis lagu-lagu hits grup band asal Inggris tersebut, di antaranya adalah Bohemian Rhapsody dan We Are The Champions.

Freddie telah didiagnosa mengidap HIV dan AIDS sejak 1987, namun ia terus menyembunyikan fakta tersebut dari penggemarnya, meskipun sempat terendus oleh media. Satu hari sebelum kematiannya, pria kelahiran 5 September 1946 itu baru benar-benar resmi mengumumkan penyakitnya itu kepada publik.

Sepeninggal Freddie, Queen masih terus eksis di dunia musik. Pada April 1992, sebuah konser tribute untuk Freddie Mercury dihelat di Stadion Wembley, London, dan turut dimeriahkan sejumlah musisi seperti Guns N’ Roses, Elton John, David Bowie, hingga Metallica. Queen tampil dengan tiga personelnya yang tersisa, dengan bantuan musisi Spike Edney.

Album terakhir Queen bersama Freddie dirilis tahun 1995, empat tahun setelah kematiannya. Pada tahun 2000an, Queen merekrut vokalis grup band Bad Company, Paul Rodgers, sebagai vokalis additional dan mengadakan tur dengan nama Queen + Paul Rodgers. Kolaborasi ini berlangsung hingga 2009.

Tahun 2011, Queen kerap tampil bersama penyanyi lulusan American Idol, Adam Lambert. Kolaborasi Queen + Adam Lambert ini masih berlangsung hingga sekarang dan tahun depan akan melakukan tur di Australia dan Selandia Baru.

Nirvana – 1994

NIRVANA. Vokalis Nirvana Kurt Cobain selalu tampil dengan rambut panjangnya. Foto oleh Richard A. Brooks/AFP

Semua pecinta musik rock pasti mengenal sosok vokalis Nirvana, Kurt Cobain, yang meninggal mengenaskan pada tahun 1994. Ia ditemukan di kediamannya telah tewas akibat bunuh diri pada April tahun itu. 

Berdasarkan laporan pihak kepolisian, Kurt diduga meninggal dengan cara menembak kepalanya. Bersama tubuhnya yang terbujur kaku juga ditemukan surat wasiat berisi pesan terakhir sebelum bunuh diri.

Setelah kehilangan sang vokalis, Nirvana tidak pernah lagi mengeluarkan karya terbarunya. 

Nama Nirvana  pun tetap dikenang sebagai salah satu legenda rock dunia dan penjualan album kompilasinya pun tetap laku dipasaran. 

Sang drummer, Dave Grohl, kemudian membentuk band baru bernama Foo Fighters, sementara sang bassist sekaligus gitaris, Krist Novoselic, lebih aktif dalam kegiatan aktivisme politik, meskipun juga sempat membantu Dave dalam salah satu album Foo Fighters.

Linkin Park – 2017

LINKIN PARK. Kematian Chester Bennington sangat mengagetkan karena Linkin Park sedang melakukan tur dunianya. Foto oleh Christopher Polk/Getty Images/AFP

Kematian tiba-tiba vokalis Linkin Park Chester Bennington pada pertengahan 2017 lalu amat mengejutkan. Chester ditemukan tewas akibat gantung diri di kamarnya pada 20 Juli. Sebelum meninggal, Chester sempat beberapa kali bercerita tentang depresi yang kerap dialaminya.

Tak hanya mengagetkan para penggemarnya, kematian Chester menjadi pukulan berat bagi para personel Linkin Park. Sebab, mereka baru saja merilis album ketujuhnya yang berjudul One More Light di bulan Mei. Bahkan saat Chester tewas, Linkin Park sedang berada di tengah-tengah jadwal tur dunianya. Setelah kematian Chester, seluruh sisa rangkaian tur Linkin Park pun dibatalkan.

Sekitar satu bulan kemudian, Linkin Park mengumumkan rencana perhelatan acara tribute untuk Chester bersama rekan-rekan musisi lainnya. Acara tersebut diselenggarakan pada Oktober 2017. Beberapa hari yang lalu, tepatnya pada 15 Desember, Linkin Park merilis album One More Light Live, album yang direkam secara live dalam rangkaian tur Eropa terakhir mereka bersama Chester.

Hingga kini Linkin Park belum mencari vokalis pengganti Chester dan masih belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait rencana ke depan mereka.

Burgerkill – 2007

BURGERKILL. Ivan "Scumbag" Firmansyah meninggal diusia 26 tahun. Foto dari Youtube/awan biroe

Tak hanya musisi internasional, band heavy metal Tanah Air, Burgerkill, juga harus kehilangan vokalis mereka, Ivan Firmansyah alias Ivan Scumbag, yang meninggal di usia 28 tahun pada 27 Juli 2006. Beberapa pekan sebelum perilisan album ketiga Burgerkill, Beyond Coma and Despair, Ivan menderita sakit hingga akhirnya meninggal dunia.

Selepas kepergian Ivan, Burgerkill kemudian mencari vokalis baru lewat audisi. Mereka pun menemukan Vicky yang hingga kini masih menjadi bagian dari Burgerkill.

Lima tahun setelah meninggalnya Ivan, Burgerkill kembali mengeluarkan album baru bertajuk Venomous pada tahun 2011 dan masih aktif menghibur para Begundal Hardcore dari panggung ke panggung hingga sekarang.

Ladies’ Code – 2014

LADIES CODE. Ladies' Code saat debut beranggotakan lima orang. Foto dari Youtube/Ladies Code

Di dunia K-pop juga ada beberapa contoh grup yang kehilangan personelnya karena kematian. Kisah tragis pernah terjadi pada girlband Ladies’ Code di tahun 2014. Satu tahun setelah debut, tepatnya pada 3 September 2014, para personel Ladies’ Code menjadi korban dalam kecelakaan lalu lintas yang berakibat fatal.

Dalam kecelakaan tersebut, salah satu anggotanya yang bernama EunB dinyatakan tewas sebelum tiba di rumah sakit. Sementara satu orang anggota Ladies’ Code lainnya yang bernama RiSe meninggal dunia empat hari kemudian setelah ditangani dokter di rumah sakit.

Setelah sempat hiatus pasca kematian EunB dan RiSe, tiga personel lainnya Ashley, Sojung, dan Zuny mulai kembali berlatih pada April 2015. Tak lama kemudian, mereka pun resmi kembali terjun ke industri K-pop dengan format trio dan menelurkan album Strang3r setahun kemudian.

Wanted – 2004

WANTED. Salah satu anggota 'boyband' Wanted Seo Jae Hyo meninggal dunia dalam kecelakaan lalu lintas saat masih berusia 22 tahun. Foto dari Youtube/Valeree10

Sepuluh tahun sebelum Ladies’ Code kehilangan anggotanya karena kecelakaan, boyband K-pop, Wanted, juga harus kehilangan anggotanya karena penyebab yang sama. Salah satu anggota Wanted, Seo Jae Hyo, tewas ditempat saat mengalami kecelakaan lalu lintas ketika masih berusia 22 tahun.

Boyband yang saat itu berada di bawah naungan YG Entertainment tersebut baru saja mengeluarkan album debut mereka Like the First pada bulan Mei 2004, namun harus kehilangan Seo Jae Hyo di bulan Agustus.

Setelah tragedi itu, tiga personel Wanted lainnya memutuskan untuk hiatus hingga akhirnya kembali mengeluarkan album berjudul 7DAYZ & Wanted tiga tahun kemudian. Tahun 2012 lalu, Wanted juga sempat mengeluarkan album bertajuk Vintage.

Setelah 2012, grup ini sudah tidak aktif lagi namun tidak pernah mengumumkan pembubaran grup mereka.

Bagaimana dengan SHINee?

SHINEE. Bagaimana masa depan SHINee setelah Jonghyun meninggal? Foto dari Facebook/SHINee

Dilihat dari berbagai contoh yang telah dipaparkan di atas, kita bisa melihat bahwa meninggalnya seseorang yang tergabung dalam grup musik (band atau boyband atau girlband) berpengaruh besar pada keberlangsungan band tersebut. Tetapi bagaimana cara mereka mengatasi tragedi ini berbeda-beda.

Nirvana misalnya, para personel yang tersisa memutuskan untuk tidak lagi berkarya di bawah payung Nirvana dan memilih untuk membentuk band lain. Ada pula contoh lain yang justru memutuskan untuk mencari personel pengganti dan tetap berkarya dalam payung yang sama, seperti yang dilakukan Burgerkill.

Berbeda lagi halnya dengan yang dilakukan dua grup dari Korea Selatan, Ladies’ Code dan Wanted. Personel yang tersisa memilih untuk hiatus sejenak dan kembali tampil beberapa tahun kemudian dengan formasi yang sama.

HIATUS? Onew, Key, Minho, dan Taemin tentu membutuhkan waktu untuk menenangkan diri pasca meninggalnya Jonghyun. Foto dari Facebook/SHINee

Mungkin saja SHINee akan mengambil opsi seperti dua grup K-pop tadi, Ladies’ Code dan Wanted.

Onew, Key, Minho, dan Taemin pasti membutuhkan waktu sejenak untuk “menghilang” dan menenangkan diri karena meninggalnya Jonghyun pasti hal yang berat bagi mereka. Jonghyun bukan hanya merupakan vokalis utama dengan suara yang khas atau penulis beberapa lagu hits untuk SHINee, tetapi ia juga merupakan sahabat yang sudah seperti keluarga bagi keempat personel lainnya.

Kehadiran kembali SHINee setelah tragedi ini juga pastinya dinantikan oleh para Shawol (penggemar SHINee). Mungkin sambil menunggu waktu yang tepat bagi SHINee untuk siap tampil kembali, S.M. Entertainment dapat mengabulkan permintaan Shawol untuk tetap merilis proyek solo Jonghyun yang kabarnya telah rampung beberapa hari sebelum ia ditemukan tewas. —Rappler.com