Tanah Abang ditata ulang, ini empat prioritas Pemprov DKI

Rappler.com
Pejalan kaki akan masuk dalam daftar prioritas penataan Tanah Abang

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. FOTO oleh Galih Pradipta/ANTARA

JAKARTA, Indonesia — Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengumumkan konsep penataan Tanah Abang, Jakarta Pusat, pada Kamis 21 Desember 2017. Ada empat poin yang akan menjadi prioritas dalam penataan kawasan ini.

Prioritas pertama adalah pejalan kaki. Nantinya para pejalan kaki bisa melintas di sepanjang Jalan Jati Baru Raya. Solusi ini antara lain bertujuan untuk mendongkrak wisata belanja di Tanah Abang.

Priotas kedua adalah pembangunan pedestrian. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan penataan pedestrian bisa meningkatkan kunjungan, baik dari wisatawan maupun perdagangan di Tanah Abang. 

Prioritas ketiga adalah penataan parkir, termasuk parkir untuk angkutan online yang kerap memadati sisi jalan di sekitar Tanah Abang. “Kawasan-kawasan pusat grosir terbesar se-Asia Tenggara itu juga lebih tertata dari segi penataan parkir,” kata Anies. 

Prioritas terakhir, Anies melanjutkan, adalah mengintegrasikan seluruh stakeholder di sekitar Tanah Abang, seperti PT Kereta Api, Sarana Jaya, dan masyarakat. 

Penataan dua tahap

Anies mengatakan penataan kawasan Tanah Abang akan dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama adalah penutupan salah satu sisi Jalan Jati Baru di depan pintu lama Stasiun Tanah Abang.

Jalan yang ditutup tersebut kemudian akan digunakan sebagai lokasi berjualan para pedagang kaki lima (PKL). 

Ada 400 tenda yang disiapkan bagi para PKL, yang terbagi atas tenda dagangan kuliner sebanyak 115 buah dan tenda dagangan non-kuliner sebanyak 265 buah. 

Selama penutupan jalan diberlakukan, sisi Jalan Jati Baru lainnya digunakan sebagai jalur shuttle bus yang disediakan PT TransJakarta secara gratis. 

PT TranJakarta akan menyiapkan sepuluh shuttle bus dilengkapi stiker Tanah Abang Explorer. Satu unit bus dapat menampung 66 penumpang. 

Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta juga telah menyiapkan rekayasa lalu lintas selama tahap pertama ini diberlakukan. 

Terdapat enam titik pemberhentian bagi shuttle bus untuk mengitari Tanah Abang, yakni Halte Stasiun Tanah Abang, Halte Blok G, halte Blok C, Halte Auri Tanah Abang, Halte Blok E, dan Halte Fly Over. 

Shuttle bus ini juga akan memudahkan warga atau penumpang kereta di Stasiun Tanah Abang untuk berpindah menggunakan moda transportasi lainnya, mulai dari bus kecil, bajaj, hingga ojek online. —Rappler.com