US basketball

Piala Dunia 2018: Hasil lengkap penyisihan grup B

Choki Sihotang
Grup B dihuni oleh Portugal, Spanyol, Maroko, dan Iran

JAKARTA, Indonesia — Kompetisi sepak bola terbesar Piala Dunia 2018 telah resmi dimulai. Sebanyak 32 negara peserta memulai turnamen dengan melalui babak penyisihan grup.

Grup B bisa dikatakan sebagai salah satu grup neraka, dengan dihuni dua raksasa Eropa, Spanyol dan Portugal yang akan bertemu pada Sabtu, 16 Juni, pukul 01:00 WIB (Jumat, 15 Juni waktu setempat). Dua tim lainnya juga cukup kuat yaitu Maroko dan Iran.

Siapa yang akan lolos ke babak 16 besar? Berikut hasil lengkap pertandingan penyisihan grup B.

Selasa, 26 Juni

Spanyol vs Maroko

Hasil akhir: 2-2

Jalannya pertandingan:

LOLOS. Meski menuai hasil seri saat melawan Maroko, Spanyol memastikan diri melaju ke babak 16 besar sebagai juara grup B. Foto dari FIFA.com

Spanyol hanya mampu bermain imbang melawan tim lemah Maroko. Bentrok pada laga pamungkas babak penyisihan di Kaliningrad Stadium, Selasa, 26 Juni dini hari WIB, Spanyol vs Maroko berakhir dengan skor 2-2.

Wasit Ravshan Irmatov (Uzbekistan) memberikan sedikitnya enam kartu kuning kepada pemain Maroko. Maroko memang bermain keras menghadapi Spanyol yang bermaterikan pemain-pemain bintang.

Meski begitu, Spanyol tetap keluar sebagai juara Grup B. Juara Piala Dunia 2010 ditemani Portugal, sang runner up. Maroko sendiri tersingkir. Begitu pula dengan Iran.

Penampilan La Furia Roja memang pantas dikritik. Bagaimana tidak, Spanyol sempat tertinggal dua kali. Pada menit ke-14, Maroko unggul lewat gol Khalid Boutaib. Spanyol mampu menyamakan kedudukan pada menit ke-19 via Isco.

Lalu, pada menit ke-81, Maroko kembali unggul melalui Youssef En-Nesyri. Beruntung, Spanyol punya Iago Aspas. Iago Aspas menyelamatkan timnya dari kekalahan hanya beberapa saat sebelum pertandingan usai.

Di babak 16 besar, Spanyol ditunggu Rusia, runner-up Grup A. Jika tak ada aral melintang, duel bakal dihelat pada 1 Juli. 

Iran vs Portugal

Hasil akhir: 1-1

Jalannya pertandingan:

SERI. Reaksi Cristiano Ronaldo saat melewatkan kesempatan menjebol gawang Iran. Pertandingan pun berakhir seri. Foto dari FIFA.com

Hasil imbang melawan Iran tak mempengaruhi nasib Portugal. Seleccao das Quinas tetap berangkat ke babak 16 besar dengan status runner up Grup B.

Ricardo Quaresma membawa Portugal unggul 1-0 jelang turun minum. Namun, Iran mampu membalas pada menit-menit akhir pertandingan lewat kaki Karim Ansarifard yang sukses mengeksekusi tendangan penlti. Laga di Mordovia Arena, Selasa, 26 Juni dini hari WIB berakhir imbang tanpa pemenang.

Portugal sebenarnya berpotensi besar mengamankan tiga angka. Soalnya, Ronaldo berpeluang menambah gol pada menit ke-53. Hanya saja, bintang Real Madrid yang juga pernah memperkuat Manchester United itu gagal mengeksekusi tendangan penalti yang diberikan wasit Enrique Caceres (Paraguay). 

Duel juga diwarnai kartu kuning. Sedikitnya enam pemain mendapat kartu kuning. Empat pemain Porugal, dua pemain Iran. 

Portugal yang mengoleksi lima poin, di babak 16 besar menantang Uruguay. Uruguay adalah juara Grup A yang melaju dengan tiga kemenangan sempurna. 

Iran sendiri tersisih. Skuat asuhan Carlos Queiroz finis di posisi ketiga dengan empat poin. Adapun penghuni dasar klasemen adalah Maroko yang hanya mampu mengoleksi satu poin, hasil imbang 2-2 melawan Spanyol. 

Kamis, 21 Juni

Iran vs Spanyol

Hasil akhir: 0-1

Jalannya pertandingan:

MENANG. Diego Costa merayakan gol kemenangannya bersama rekannya Isco saat Spanyol mengalahkan Iran. Foto dari FIFA.com

Jika saja wasit tak menganulir gol Iran, bisa jadi Spanyol belum tentu menang. Tapi Iran mau tak mau harus menerima kenyataan pahit, kalah secara dramatis di Kazan Arena, Kamis, 21 Juni dini hari WIB. 

Iran yang kalah telak dalam penguasaan bola (28%) masih bisa memberikan perlawanan secara sporadis. Meski mendapat tekanan, Team Melli masih bisa memaksa Spanyol, juara Piala Dunia 2010, bermain imbang 0-0 pada babak pertama.

Spanyol butuh waktu lama untuk bisa menjebol gawang Iran yang dikawal dengan baik oleh Alireza Beiranvand. Barulah pada menit ke-54 pasukan Fernando Hierro bisa memecah kebuntuan. Diego Costa mengubah skor menjadi 1-0, memaksimalkan umpan Andres Iniesta. 

Meski tertinggal, semangat tempur Iran tak serta merta redup. Sabar, tim besutan Carlos Queiroz terus mencari celah untuk menembus ketatnya barisan belakang Spanyol. Dan akhirnya sebuah peluang emas didapatkan pada menit-63. Tembakan Saeid Ezatolahi berhasil menggetarkan gawang David De Gea.

Pemain-pemain Iran, termasuk pelatih dan pemain cadangan yang berada di pinggir lapangan, juga pendukung, menyambut gol Saeid Ezatolahi dengan suka cita. Tapi Iran harus gigit jari. Soalnya, wasit Andres Cunha (Uruguay) menganulir gol tersebut. Wasit menilai gol tidak sah karena Saeid Ezatolahi dalam posisi  offside. 

Keputusan tersebut diambil setelah wasit berdiskusi dengan tim analisis VAR atau Video Assistant Referee. Meski sempat tak percaya dengan keputusan wasit, Iran tak bisa berbuat banyak selain menerima kenyataan pahit. 

Jual beli serangan kembali terjadi. Peluang Spanyol pada menit ke-70 direspons Iran dengan peluang pada menit ke-75 dan 82. Sayang, kedua peluang itu tak mampu dimaksimalkan dengan baik oleh Mehdi Taremi. 

Skor 1-0 untuk La Furia Roja bertahan hingga duel anjutan babak penyisihan Grup B berakhir. 

Rabu, 20 Juni

Portugal vs Maroko

Hasil akhir: 1-0

Jalannya pertandingan:

SELEBRASI. Cristiano Ronaldo merayakan golnya bersama timnas Portugal dan menundukkan Maroko. Foto dari FIFA.com

Langkah Maroko di perhelatan Piala Dunia 2018 terhenti di babak penyisihan grup. Maroko tersisih setelah kalah dengan skor tipis, 0-1, dari Portugal. Kekalahan di Stadion Luzhniki, Rabu, 20 Juni malam WIB merupakan kekalahan kedua les Lions de l’Atlas setelah sebelumnya juga kalah dari Iran.

Kemenangan Portugal ditentukan oleh gol semata wayang pemain bintang mereka, Cristiano Ronaldo. Pilar mahal Real Madrid itu mencatatkan namanya di papan skor lewat gol cepat yang tercipta pada menit keempat. Sundulan Ronaldo menggetarkan jala Monir El Kajoui, penjaga gawang Maroko.

Maroko yang diarsiteki Herve Renard begitu tersentak dengan gol kilat Ronaldo. Dengan skema permainan 4-2-3-1, Medhi Benatia dan kawan-kawan mencoba mengejar ketinggalan atau memenangkan pertandingan. 

Gempuran-gempuran yang dilancarkan Benatia cs sempat membuat pemain-pemain bertahan Portugal yang dimotori Pepe kewalahan. Setidaknya, Maroko yang bermain begitu ngotot memiliki 16 peluang dengan empat tendangan ke arah gawang Rui Patricio. Namun sayang, gol yang diharapkan Maroko tak tercipta hingga wasit yang memimpin laga, Mark Geiger (AS), meniup peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan. 

Portugal, dengan koleksi empat poin dari dua laga, untuk sementara memimpin klasemen Grup B. Pada laga perdana beberapa waktu lalu, Seleccao das Quinas yang dibidani Fernando Santos bermian imbang 3-3 versus tim unggulan Spanyol. 

Sabtu, 16 Juni

Portugal vs Spanyol:

Hasil akhir 3-3:

Jalannya pertandingan:

PENYELAMAT. Cristiano Ronaldo yang sukses menyelamatkan Portugal dari kekalahan di menit-menit terakhir melawan Spanyol. Sabtu, 16 Juni. Foto dari FIFA.com

Duel seru tersuguh di Fisht Stadium saat dua tim unggulan, Portugal dan Spanyol, bentrok dalam laga fase Grup B Piala Dunia 2018, Sabtu, 16 Juni dini hari WIB. Big match berakhir imbang 3-3. Bintang Portugal, Cristiano Ronaldo, memborong tiga gol bagi negaranya serta menyelamatkan Seleccao das Quinas dari kekalahan.

Pertandingan baru bergulir empat menit, Portugal sudah unggul 1-0. Pelanggaran yang dilakukan terhadap Ronaldo di kotak terlarang membuat wasit Gianluca Rocchi (Italia) mengganjar Spanyol dengan tendangan penalti. Ronaldo yang maju sebagai algojo tak menyia-nyiakan peluang emas tersebut. Dingin, pemain Real Madrid itu menaklukkan penjaga gawang Spanyol, David De Gea.

Spanyol, 20 menit berselang, menyamakan kedudukan menjadi 1-1. Gol balasan La Furia Roja dicetak oleh Diego Costa. Portugal kembali berbalik unggul 2-1 jelang turun minum dan untuk kali kedua Ronaldo mencatatkan namanya di papan skor. 

Babak kedua berlangsung kian seru. Jual beli serangan. Spanyol kembali berhasil mengejar ketinggalan bahkan membalikkan keadaan berkat aksi Costa pada menit ke-55 dan Nacho Fernandez menit 58. 

Portugal, dengan segala upaya, bertarung habis-habisan. Pasukan Fernando Santos mencoba mengatasi tekanan Spanyol dan melakukan serangan balik. Kerja keras Portugal akhirnya berbuah manis pada menit ke-88 dan lagi-lagi lantaran kepiawaian Ronaldo. Tendangan bebas penyerang berusia 33 tahun itu tak bisa diantisipasi De Gea. Skor imbang 3-3 bertahan hingga laga usai. 

Selanjutnya, 20 Juni, Portugal bersua Maroko. Sedangkan Spanyol ditantang Iran. Iran untuk sementara memimpin klasemen sementara berkat kemenangan 1-0 atas Maroko.

Jumat, 15 Juni 

Maroko vs Iran

Skor akhir: 0-1

Jalannya pertandingan:

SIAL. Maroko bernasib sial karena harus takluk dari Iran karena gol bunuh diri, Jumat, 15 Juni. Foto dari FIFA.com

Maroko harus meninggalkan lapangan dengan kepala tertunduk. Gol bunuh diri membuat tim besutan Herve Renard kalah 0-1 dari Iran dalam laga pembuka Grup B Piala Dunia 2018 yang berlangsung di Saint Petersburg Stadium, Jumat, 15 Juni malam WIB.

Petaka terjadi hanya beberapa saat sebelum duel usai. Monir El Kajoui harus memungut bola dari gawangya berkat kecerobohan teman sendiri, Aziz Bouhaddouz. Aziz Bouhaddouz mencoba mengantisipasai umpan silang pemain lawan, Ehsan Hajisafi. Sial, si kulit bundar malah masuk ke gawang sendiri. 

Dari segi penguasaan bola, Maroko jauh lebih unggul. Akan tetapi, ball possession 64% tak bisa dimaksimalkan dengan baik oleh anak-anak asuh Herve Renard menguasai. Terbukti, mereka hanya bisa melepaskan satu tembakan on-target dari empat usaha.

Sampai akhirnya tim berjuluk Les Lions de l’Atlas harus menerima kenyataan pahit lantaran gol bunuh diri pada menit kelima masa tambahan atau injury time

Baik Maroko maupun Iran dipastikan tak bisa tidur pulas. Soalnya, dua tim kuat lainnya yakni Portugal dan Spanyol, juga berada dalam grup ini. 

—Rappler.com