Air Supply siapkan kejutan bagi penggemarnya di Indonesia

JAKARTA, Indonesia – Dua soft rock asal Australia, Air Supply, menepati janjinya untuk tampil di Indonesia. Russell Hitchcock dan Graham Russell akan membawakan lagu-lagu hits mereka di The Kasablanka, Jakarta, pada Jumat, 3 Maret 2017 mendatang.

"Kami akan membawakan konser yang positif, optimis, dan tentunya rock and roll," kata Hitchcock saat konferensi pers konser bertajuk The 40th Anniversary - Celebration of Love di Jakarta pada Rabu, 1 Maret 2017. Keduanya sudah tak sabar untuk tampil di hadapan para penggemar.

Hitchcock mengatakan mereka akan membawakan 16 lagu, yang sebagian besarnya pernah merajai tangga lagu internasional. "Dan mungkin sedikit lagu baru," kata dia.

Pria bersuara tenor juga menjanjikan 'kejutan' bagi para hadirin di konser mendatang. Konon, akan ada penonton beruntung yang berkesempatan bernyanyi dengan duo ini.

Meski ini bukan kali pertama, namun Indonesia terasa sangat spesial. Russell mengaku sangat menyukai penggemar Indonesia karena keramahan dan antusiasmenya. Bahkan, keduanya sengaja tiba lebih cepat dari waktu konser untuk membuktikan kalau kali ini mereka akan benar-benar tampil.

"Mereka suka minta foto, menjemput di bandara, sangat akrab," kata gitaris ini. Ia bahkan mengatakan tak keberatan untuk menggelar konser lagi, kendati usia mereka yang sudah tua. 

Band yang meledak dengan lagu Lost in Love, All Out of Love, hingga Goodbye ini albumnya telah terjual lebih dari 20 juta kopi. Pada tahun 2013, mereka masuk dalam Hall of Fame Australian Recording Industry Association (ARIA).

Romantisme penghapus macet

Air Supply memang terkenal dengan lagu mereka yang lembut dan bertemakan cinta. "Ini akan menjadi konser eksklusif dan elegan, dengan banyak lagu romantis. Kalian akan terkenang kembali dengan orang-orang tercinta," kata Marketing Director Full Color Entertainment David Ananda.

Sebenarnya, mereka dijadwalkan untuk manggung pada akhir tahun lalu. Tetapi, karena Hitchcock sakit, pertunjukkan tersebut akhirnya dibatalkan. Padahal, kata David, 4 ribu tiket yang dijual sudah ludes. Banyak penonton yang akhirnya meminta refund, di mana hanya puluhan orang yang masih memegang tiketnya.

Begitu mendapat kabar konser ini akan berlangsung pada Maret, antusiasme penonton tidak setinggi sebelumnya. Mereka rupanya masih dihantui ketakutan konser akan kembali dibatalkan. Maklum, kedua punggawanya sudah hampir menginjak usia 70 tahun.

Namun, begitu video Air Supply tiba beredar, David mengaku penonton langsung memborong tiket. Ponselnya tak henti-hentinya berdering, dari mereka yang menanyakan keberadaan tiket.

"Sekarang hanya sisa 10 persen saja," kata dia. Tiket tersebut terebar di kelas Gold, Platinum dan VVIP. Untuk Silver sudah ludes terjual.

Penontonnya pun diperkirakan tak hanya generasi tua saja. David menilai musik Air Supply mudah diterima siapa saja, termasuk anak muda  sekalipun. "Bisa dibilang mereka ini three generations music," kata dia.

Selain mudah didengar, musik Air Supply juga bisa membuat pikiran pendengarnya rileks. Karena itulah ia memilih hari Jumat malam, di mana ibu kota tengah macet-macetnya.

"Jadi stres karena macetnya bisa hilang dengan nonton Air Supply," kata dia berkelakar. –Rappler.com