Anies Baswedan: Lima proyek Pemprov DKI akan molor

JAKARTA, Indonesia - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menjelaskan akan ada lima proyek Pemprov yang meleset dari tenggat waktu penyelesaiannya alias molor. Lima proyek yang akan molor tersebut yaitu Simpang susun Cipinang Lontar, Simpang susun Bintaro Permai-Rel KA, underpass Kartini, underpass Matraman-Salemba dan underpass Mampang-Kuningan.

Anies mengatakan jika penyelesaian proyek itu terkendala faktor eksternal. Para pekerja hanya bisa memasang pipa gas dan pipa air dari pukul 00:00 - 05:00 WIB.

“Bisa dilakukan paling cepat pada Minggu malam pukul 22:00 WIB. Sementara, kalau dikerjakan di luar itu, maka dapat mengganggu arus lalu lintas luar biasa,” kata Anies yang ditemui di Balai Kota pada Jumat pagi, 20 Oktober.

Sementara, jika jalan ditutup total untuk pemasangan pipa gas dan air juga bukan sebuah solusi. Oleh sebab itu, para pekerja memanfaatkan waktu ekstra dua jam di Minggu malam.

Di sisi lain, ada satu proyek Pemprov yang dapat rampung tepat waktu yakni jalan layang atau flyover Pancoran. Rencananya proyek tersebut rampung pada Desember 2017.

“Pengerjaan pipa-pipa utilitas harusnya sudah selesai sejak 2 Juli lalu, tetapi sekarang belum (rampung). Dari pembicaraan terakhir, kami sudah cek dengan PT Gas Negara, kemudian juga dengan PT Palyja. Diperkirakan flyover Pancoran baru bisa selesai Desember 2017,” kata mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu.

Anies memprediksi lima proyek tersebut akan molor, karena pengerjaannya baru mencapai 65 persen. Padahal, tenggat pengerjaan yang tersisa hanya dua bulan.

“Kami akan menyelesaikan semua yang kita bisa untuk mempercepat proses ini,” tutur dia.

Untuk mendengarkan hasil pemaparan dari masing-masing institusi, maka Anies rencananya akan memanggil beberapa pihak seperti PGN, PAM, Palyja, KAI, Aertra dan Kejaksaan. Sebab, ada yang menyangkut masalah prosedur sehingga mengakibatkan mereka tidak bisa mengambil keputusan yang cepat.

Anies pun meminta maaf kepada warga DKI karena masih harus menghadapi masa kemacetan lebih panjang.

“Kepada warga Jakarta, kami minta maaf karena masih harus (menghadapi) kemacetan hingga proyek ini selesai,” tutur dia. - Rappler.com