Provide your email for confirmation

Tell us a bit about yourself

country *

Please provide your email address

welcome to Rappler

Login

To share your thoughts

Don't have an account?

Login with email

Check your inbox

We just sent a link to your inbox. Click the link to continue signing in. Can’t find it? Check your spam & junk mail.

Didn't get a link?

Sign up

Ready to get started

Already have an account?

Sign up with email

By signing up you agree to Rappler’s Terms and Conditions and Privacy

Check your inbox

We just sent a link to your inbox. Click the link to continue registering. Can’t find it? Check your spam & junk mail.

Didn't get a link?

Join Rappler+

How often would you like to pay?

Annual Subscription

Monthly Subscription

Your payment was interrupted

Exiting the registration flow at this point will mean you will loose your progress

Your payment didn’t go through

Exiting the registration flow at this point will mean you will loose your progress

welcome to Rappler+

Haruskah bertahan di pekerjaan atau mengundurkan diri?

JAKARTA, Indonesia —Setiap karyawan pasti pernah (setidaknya satu kali) berpikir tentang pertanyaan, "Apakah harus tetap bertahan di pekerjaan sekarang atau mengundurkan diri saja dan mencari pekerjaan baru?"

Pertanyaan yang dilematis. Mungkin kamu sudah pernah bekerja di lebih dari satu perusahaan, atau malah baru mencicipi dunia kerja untuk pertama kali. Apapun kondisinya, rasanya pertanyaan ini pasti pernah muncul.

Ada perasaan bosan atau merasa kurang tertantang dengan posisimu di perusahaan saat in. Atau ada alasan pribadi yang mengikuti. Sehingga kamu mulai berpikir tentang haruskah bertahan atau mundur.

Tapi zaman sekarang mencari pekerjaan cukup sulit. Di satu sisi, kamu harus bersyukur masih memiliki pekerjaan tetap hingga kini. Sementara mungkin banyak orang di luar sana yang cemas menanti dan mencari pekerjaan.

Jadi bagaimana mengidentifikasi waktu yang tepat untuk mengundurkan diri? Atau haruskah kamu bertahan lebih lama? Simak beberapa faktor di bawah ini yang bisa membantumu membuat keputusan.

Kesempatan untuk berkembang

Coba ingat tujuan awalmu bergabung dan bekerja di perusahaan tempatmu bekerja sekarang. Pasti kamu memiliki gol untuk bisa mengembangkan karier dalam waktu beberapa tahun. Kamu sudah memiliki rancangan masa depan di benakmu.

Pindah kerja atau pindah perusahaan untuk memperoleh kenaikan jenjang karier mungkin penting. Tapi ada baiknya untuk mengevaluasi perusahaanmu sekarang ini sebelum buru-buru memutuskan mencari pekerjaan baru. Coba berdiskusi dengan atasan atau HR untuk melihat kesempatan pelatihan apa yang tersedia untuk menunjang pertumbuhan kariermu. 

Temukan celah untuk bisa menjajal kesempatan promosi atau pindah departemen untuk jenjang karier yang lebih tinggi. Setelah kamu cukup mengeksplor kemungkinan dan opsi yang ada dan tetap berpikir bahwa tidak ada ruang bagimu untuk berkembang, mungkin sudah waktunya melihat lowongan pekerjaan.

Konsisten dengan tujuan karier

Jika kamu merasa apa yang kamu kerjakan saat ini tidak membawamu ke jalur gol kariermu, mungkin ini waktu yang tepat untuk menata tujuan dan kariermu. Tapi jika menurutmu pekerjaanmu sekarang sudah tepat untuk membawamu ke karier impian, ya bertahanlah. Semakin lama kamu bertahan, semakin banyak pengalaman yang akan kamu dapatkan.

Tapi jika kamu merasa pekerjaan sekarang sangat jauh dari impianmu, mungkin yang terbaik adalah mencari kesempatan baru, kembali ke rute dan jalur karier awal. Tapi berhenti dari pekerjaan tidak lantas memberikanmu pekerjaan idaman secara instan. Kecuali kamu memutuskan untuk berhenti bekerja dan sekolah lagi atau kamu sudah mandiri secara keuangan. Bijaksanalah dalam memilih.

Lingkungan kerja

Ini yang kamu pikir paling sepele tapi ini juga termasuk faktor yang menentukan. Bayangkan kamu bekerja di tengah-tengah lingkungan yang dipenuhi pribadi-pribadi yang sangat negatif atau penuh dengan konflik yang "meracuni" sistem kerja. Urusan detail pekerjaan saja sudah memusingkan, ditambah lagi dengan "bumbu-bumbu" tak mengenakkan di lingkungan kerja.

Tapi yakinlah, di mana pun kamu bekerja, konflik dan drama itu pasti ada. Jadi sebenarnya tergantung dirimu sendiri. Jika kamu berhasil melindungi diri dan tidak terlibat dengan drama tersebut, mungkin kamu masih bisa bertoleransi dan bertahan dan hanya fokus pada pekerjaan.

Tapi jika kamu menghadapi isu atau konflik yang lebih serius di kantor, bisa dengan rekan kerja, atasan atau sistem kerja secara keseluruhan, tak usah menahan diri terlalu lama. Pekerjaan bisa dicari. Kenyamanan dan kebahagiaanmu harus jadi prioritas. Kenapa harus bertahan jika setiap hari kamu harus menderita? 

Keamanan finansial dan gaji

Gaji adalah faktor utama dalam bekerja, tapi gaji juga bukan segalanya. Kita semua pasti menginginkan pekerjaan dengan gaji yang sesuai dengan keinginan. Tapi jika kamu sekarang bertahan di pekerjaan yang jelas-jelas memberimu gaji pas-pasan tapi kamu nyaman, tidak benar juga. Karena kariermu akan terhalang.

Tapi jika kamu punya tanggungan atau kewajiban lain yang menuntutmu berpenghasilan tetap dan pasti, cobalah bertahan dengan pekerjaan sekarang sampai mungkin nanti kamu mendapatkan pekerjaan dengan gaji yang lebih tinggi.

Bertahan di pekerjaan dengan bayaran yang pas-pasan juga akan menghalangimu meraih gol secara finansial. Coba hitung lagi, apakah pekerjaanmu sekarang hanya cukup untuk membayar tagihan tanpa bisa menyisihkan untuk tabungan dan investasi? Apakah kau puas dengan gajimu sekarang atau ada tawaran lain dengan gaji yang lebih tinggi? Kenapa tidak? 

Tapi di atas segalanya, tidak ada salahnya untuk selalu berjaga-jaga. Jika kamu sekarang masih bekerja, kamu bisa browsing-browsing pekerjaan lain tanpa merasa bersalah. Jika ada yang cocok, cobalah melamar. Kalau tidak, juga tidak apa-apa. Siapa tahu tiba-tiba ada kesempatan yang lebih baik. Pastikan kamu selalu terbuka untuk banyak hal dan banyak kesempatan! —Rappler.com