Yang bisa kita lakukan untuk cegah kekerasan terhadap perempuan

JAKARTA, Indonesia — Kasus-kasus kekerasan seksual masih banyak menimpa khususnya kaum perempuan di Indonesia. Lantas, apa yang bisa kita lakukan agar kasus-kasus seperti ini dapat diminimalisir?

Berikut adalah beberapa langkah yang bisa kita lakukan, menurut Kate Walton, pendiri Jakarta Feminist Discussion Group dan peneliti di proyek Menghitung Pembunuhan Perempuan.

Catat dan laporkan

Kamu bisa melaporkannya kepada polisi, Komnas Perempuan, puskesmas dan Pusat Pelayanan Terpadu untuk Perlindungan Perempuan dan Anak (P2TP2A) atau ke pada siapa saja yang bisa membantu. Langkah ini penting, supaya korban segera memperoleh pertolongan dan keadilan bisa ditegakan.

Dorong media agar bekerja sesuai kode etik

Media dianjurkan menggunakan kode etik jurnalistik ketika menulis kasus kekerasan terhadap perempuan, seperti jangan sebut nama korban (apalagi kalau masih hidup) atau informasi pribadi korban (seperti desa, alamat, sekolah, atau tempat kerja).

Jangan mempublikasikan foto korban jika belum disetujui oleh keluarga (seperti orang tua atau pasangan), kemudian media juga perlu memikirkan secara baik-baik apakah kronologis kejadian perlu dipublikasikan secara rinci. Jika tidak perlu, maka tak usah diterbitkan.

Ajarkan ‘hubungan sehat’ di rumah dan sekolah

Kasus KTP tidak hanya terjadi dalam hubungan pernikahan. Peristiwa itu bisa saja terjadi ketika masih menjalin hubungan kekasih atau pacaran. Remaja perlu dididik di sekolah dan di rumah bahwa laki-laki dan perempuan harus saling menghormati. 

Ajak bicara teman dan keluarga

Masih banyak orang yang beranggapan kekerasan terhadap perempuan bukan sebuah isu yang penting. Bahkan, tidak sedikit yang menganggap kasus KTP sebagai peristiwa biasa dan wajar terjadi.

Kita harus mengubah pola pikir tersebut. Caranya? Dengan mengajak teman dan keluarga membahasnya. Katakan kepada mereka kasus KTP bukan peristiwa sepele dan harus segera dibantu. —Rappler.com