Demo 4 November, Prabowo berharap situasi kondusif

Presiden Joko Widodo (kedua kanan) diterima Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (kiri) di kediamannya, Hambalang, Bogor, Senin (31/10). Foto oleh Puspa Perwitasari/ANTARA

Presiden Joko Widodo (kedua kanan) diterima Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (kiri) di kediamannya, Hambalang, Bogor, Senin (31/10).

Foto oleh Puspa Perwitasari/ANTARA

JAKARTA, Indonesia - Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto berharap aksi unjuk rasa yang akan digelar sejumlah ormas Islam pada Jumat 4 November bisa berlangsung secara kondusif.

“Jangan sampai ada unsur yang mau memecah belah bangsa, itu yang kita jaga,” kata Prabowo setelah bertemu dengan Presiden Joko "Jokowi" Widodo di kediaman Prabowo di Hambalang, Senin 31 Oktober 2016.

Ribuan orang diperkirakan akan turun ke jalan untuk memprotes ucapan Gubernur DKI Jakarta Basuki “Ahok” Tjahaja Purnama saat mengunjungi Kepulauan Seribu, 27 September lalu.

Saat itu Ahok menyinggung surat Surat Al Maidah ayat 51. “Jadi jangan percaya sama orang, kan bisa saja dalam hati kecil Bapak Ibu enggak bisa pilih saya. Dibohongin pakai Surat Al Maidah 51,” kata Ahok.

Ucapan Ahok menjadi ramai setelah cuplikan rekaman video tersebut beredar di internet. Banyak yang menganggap Ahok telah menghina ayat suci. Bahkan ada yang berencana melaporkannya ke polisi.

Pada 14 Oktober lalu, sekitar lima ribu orang berunjuk rasa memprotes ucapan Ahok tersebut. Saat itu mereka menuntut agar Polisi segera memproses Ahok. Aksi serupa akan digelar pada Jumat, 4 November nanti.

Prabowo berharap para pengunjuk rasa tetap mematuhi peraturan yang berlaku agar situasi tetap kondusif. “Kita negara majemuk. Banyak suku, agama ras. Kalau ada masalaah kita selesaikan dengan sejuk dan damai,” kata Prabowo.

Pada saat yang sama Presiden Jokowi juga meminta para tokoh agama untuk mendinginkan suasana. “Saya berharap tokoh-tokoh agama ikut mendinginkan suasana, beri kesejukan,” kata Jokowi. —Rappler.com