Provide your email for confirmation

Tell us a bit about yourself

country *
province *

why we ask about location

Please provide your email address

Login

To share your thoughts

Don't have an account?

Login with email

Check your inbox

We just sent a link to your inbox. Click the link to continue signing in. Can’t find it? Check your spam & junk mail.

Didn't get a link?

Sign up

Ready to get started

Already have an account?

Sign up with email

By signing up you agree to Rappler’s Terms and Conditions and Privacy

Check your inbox

We just sent a link to your inbox. Click the link to continue registering. Can’t find it? Check your spam & junk mail.

Didn't get a link?

Join Rappler+

How often would you like to pay?

Monthly Subscription

Your payment was interrupted

Exiting the registration flow at this point will mean you will loose your progress

Your payment didn’t go through

Exiting the registration flow at this point will mean you will loose your progress

Prestasi Persib terus melorot, Djanur pilih mundur dari kursi pelatih

BANDUNG, Indonesia - Kali ini sudah tidak ada lagi yang dapat membendung pelatih Persib Bandung, Djajang “Djanur” Nurdjaman untuk mundur dari tim macan maung itu. Setelah, Persib dikalahkan Mitra Kukar pada Sabtu, 15 Juli dengan skor 1-2, Djanur kembali menyatakan pengunduran dirinya.

Jika dalam pernyataan pengunduran diri pertama ditolak manajemen. Maka kali ini, manajemen tak sanggup menahan kepergian Djanur. Pihak manajemen yang diwakili Umuh Muchtar, akhirnya menyetujui permintaan Djanur.

“(Manajemen) sudah menyetujui. Apa boleh buat. Kalau kita pertahankan, Djajangnya juga sudah enggak sepenuh hati. Dalam situasi seperti ini, saya juga mengerti perasaan Pak Djajang. Saya juga kasihan,” ujar Umuh kepada media di sebuah hotel di Kota Bandung pada Minggu, 16 Juli.

Dia mengaku sedih dengan keputusan pelatih yang telah memberikan empat trofi kemenangan bagi Persib. Tapi, Umuh memahami keinginan Djanur untuk mundur merupakan bagian dari upayanya untuk menyelamatkan Persib.

"Pak Djajang mengatakan sama-sama untuk menyelamatkan Persib," kata pria yang biasa disapa dengan sebutan Pak Haji itu.

Umuh mengaku sudah berkomunikasi dengan Djanur mengenai keputusannya untuk mundur. Pernyataan secara tertulis itu akan disampaikan secara resmi kepada manajemen secara tertulis.

Dengan keputusan ini, maka pada dua pertandingan terakhir di putaran satu Liga 1 Gojek Traveloka ini, Djanur tidak akan lagi duduk di kursi pelatih. Untuk sementara waktu, posisi pelatih akan diambil alih oleh asisten pelatih Herry “Jose” Setiawan atau Asep Somantri.

Manajemen baru akan mencari pelatih baru jelang putaran kedua dimulai. Hingga saat ini, Umuh mengaku belum memiliki nama calon pelatih yang diincarnya.

“Masih gelap, belum ada gambaran. Kan, ini juga mendadak mengundurkan dirinya,” kata dia.

Umuh menjelaskan, kendati Djanur mundur sebelum musim ini berakhir, tetapi tidak ada klausul kontrak yang dilanggar sehingga Djanur tidak harus membayar biaya penalti apa pun. Menurut dia, hal itu sebagai kebijaksanaan yang diberikan manajemen kepada pelatih yang telah membina tim Pangeran Biru selama lima tahun.

"Tidak ada penalti. Itu wewenang dari pelatih. Kalau kita tolak, nanti Persib lebih terpuruk. Kan kebijaksanaan saja, sama-sama baik akhirnya," katanya.

Belum temukan striker andal

ACUNGKAN JEMPOL. Carlton Cole mengaku terkejut disambut ratusan pendukung Persib Bandung saat berlatih pada Jumat, 31 Maret. Foto oleh Yuli Saputra/Rappler

ACUNGKAN JEMPOL. Carlton Cole mengaku terkejut disambut ratusan pendukung Persib Bandung saat berlatih pada Jumat, 31 Maret.

Foto oleh Yuli Saputra/Rappler

Djanur sudah pernah menyatakan akan mundur sebagai pelatih kepala Persib Bandung. Alasannya ketika itu, dia tidak lagi mampu mengangkat performa tim. Mantan pemain Persib ini menyatakan keputusan mundurnya itu sudah bulat.

"Keputusan sudah bulat. Saya sudah bicara dengan manajer tadi, tapi dengan yang lainnya belum, tapi Insya Allah mereka akan menyetujui keinginan saya kali ini," kata Djanur yang ditemui usai pertandingan Persib VS Mitra Kukar di Tenggarong pada Sabtu kemarin.

Dia mengakui kondisi tim yang dilatihnya itu tengah terpuruk. Dari 15 kali laga yang dihadapi, Persib Bandung hanya mengantongi lima kali kemenangan. Sedangkan sisanya, lima kali draw dan lima kali kalah.

Djanur merasa kondisi itu merupakan kesalahan dan tanggung jawab dia sebagai pelatih. Faktor mencolok dari kesalahan yang dibuatnya adalah tidak bisa menghadirkan sosok striker yang dibutuhkan tim.

"Dua striker yang ada, semuanya tidak bisa dimainkan. Yang satu (tengah) cedera, sedangkan yang satu (Carlton Cole) di luar ekspektasi,” kata dia.

Tetapi, Djanur tidak ingin menyalahkan siapa pun kecuali dirinya sendiri. Permasalahan mengenai pencarian sosok striker yang pas bagi Persib akan rampung jika dia mampu mencarinya secara jeli ketika proses rekrutmen pemain dilakukan.

“Jangan sampai ada simpang siur. Itu mutlak kesalahan saya. Kalau saja ada sosok striker semua persoalan akan selesai," tuturnya.

Dia juga mengucapkan terima kasih kepada berbagai pihak, termasuk manajemen dan bobotoh yang selalu setia serta mendukungnya. Sementara, kepada bobotoh, Djanur juga menyampaikan permintaan maafnya karena kerap membuat mereka kecewa dengan performa Persib akhir-akhir ini.

Sementara, menanggapi mundurnya Djanur, perwakilan bobotoh, Gus Dul mengatakan keputusan yang ditempuh Djanur sudah tepat. Menurut pengurus Viking Persib Club (VPC) itu, dalam permainan sepak bola, akan melibatkan pemain dan pelatih. Apa pun yang mereka lakukan juga harus menggunakan hati agar hasilnya maksimal.

"Sudah beberapa kali Djanur minta mundur, berarti sudah enggak nyaman," katanya.

Mewakili bobotoh, Gus Dul menyampaikan terima kasih kepada Djanur, yang telah berjasa mengangkat Persib meraih juara Liga 1 2014 dan Piala Presiden 2015. - Rappler.com