Facebook keliru mengumumkan Mark Zuckerberg telah “meninggal”

JAKARTA, Indonesia - Akun media sosial secara tak sengaja mengumumkan pendirinya, Mark Zuckerberg dan banyak pengguna lainnya telah meninggal pada Jumat, 11 November. Padahal, kenyataannya mereka masih hidup.

Juru bicara Facebook mengakui permasalahan itu sebagai kekeliruan yang buruk.

“Untuk sementara waktu, pesan yang seharusnya ditujukan untuk memperingati profil (yang dianggap sudah meninggal) ternyata diunggah ke akun profil lainnya,” ujar juru bicara itu.

Hal tersebut merupakan kesalahan yang fatal dan tengah diperbaiki. Mereka pun meminta maaf dan mengatakan akan secepatnya memperbaiki permasalahan tersebut.

Berdasarkan laporan media, ada sekitar 2 juta akun pengguna Facebook yang dipasang pesan bagi orang yang telah meninggal itu, termasuk Zuckerberg. Di akun profile suami Priscilla Chan itu, tertulis sebuah pesan yang berisi harapan dari orang-orang yang mencintai dia akan mendoakan dan mengenang semua kenangannya.

Namun, walaupun itu sebuah kekeliruan, tak sedikit orang yang mempercayainya.

“Kasihan, Mark,” tulis akun Twitter @JudiD23 dengan menggunakan emoji menangis.

Dia menambahkan, hal tersebut terlalu dini untuk orang yang baik seperti Mark Zuckerberg.

Cementer, editor mesin pencari, Danny Sulivan mengatakan dalam sebuah pesan di Twitter seharusnya dia menggunakan Facebook Live untuk menunjukkan Facebook mengumumkannya telah meninggal.

Sementara, jurnalis Daily Caller, Katilan Collins, mengunggah notifikasi dari Facebook bahwa dirinya sudah meninggal.

Sebagian orang mengaku bingung dan tak menyangka kekeliruan semacam ini bisa terjadi. Mereka berpikir apakah ini merupakan tes percobaan dari sebuah aplikasi yang gagal.

#FacebookDead

Akibat kekeliruan ini muncul beragama komentar dengan menggunakan tagar #FacebookDead atau #FacebookRapture yang beredar di Twitter. Sebagian orang menganggap ini merupakan sebuah lelucon dari Facebook untuk menandai pekan yang mengejutkan dengan terpilihnya Donald Trump sebagai Presiden Amerika Serikat selanjutnya.

“Saya pikir ini cara Facebook bagi orang-orang yang sudah letih dan meninggal dari dalam sejak Selasa kemarin,” cuit sebuah akun @billkalpak.

Sementara, semua humor dicuit akun @JnPhillip dalam sebuah catatan yang ditujukan ke Facebook.

“Dear Facebook, Donald Trump belum dilantik hingga 20 Januari 2017. Sementara, senjata nuklir akan dimusnahkan pada 21 Januari,” cuit akun tersebut.

Akun Twitter lainnya, @krheli mencuit sejak awal Facebook menanti hingga tahun 2016 untuk membunuh semua penggunanya.

Akibat kekeliruan itu, semakin memicu ketidakpercayaan publik terhadap fitur Facebook untuk memeriksa orang-orang yang berada dalam bencana atau klaim mereka yang tak khawatir terhadap berita-berita bohong di sana. Zuckerberg menyebut fitur News Feed di Facebook tetap dapat dipercaya. Dia juga menepis anggapan bahwa cerita-cerita bohong yang dibagikan publik di Facebook menjadi penyebab Trump menjadi presiden terpilih dalam pemilu tanggal 8 November lalu. - dengan laporan AFP/Rappler.com