Gading Marten akan jadi pemeran utama untuk pertama kalinya

JAKARTA, Indonesia —Akting memang bukan hal yang baru dilakoni oleh sosok Gading Marten. Tapi jika bicara soal berakting sebagai pemeran utama, Gading memang belum pernah melakukannya.

Hingga kesempatan pertamanya berakting sebagai pemeran utama datang lewat tawaran berperan di film berjudul Love for Sale garapan sutradara Andibachtiar Yusup dan diproduseri Chicco Jerikho dan Angga Dwimas Sasongko.

Kata Gading, yang ditemui saat press conference film Love For Sale di kawasan Jeruk Purut, Ampera, Jakarta Selatan, Selasa, 29 Agustus, pertama kali tawaran untuk berakting di film ini datang dari Chicco Jerikho.

"Gue lagi nongkrong di Filosofi Kopi tempatnya Chicco trus dia bilang, 'Ding main film yok!' Gue pikir bercanda atau ngajak main film sebagai pemain lapis dua seperti biasa tapi ini peran utama. Ini kayaknya film ada 101 scene, gue 100 scene. Pertama gue enggak nyangka juga kan ada proses casting segala macam."

Setelah tawaran menghampiri, langkah pertama yang dilakukan Gading adalah meminta izin dan restu sang istri, Gisela Anastasia. "Nah, sebagai suami yang baik harus bertanya dulu. Aku tanya sama Gisel, 'Eh aku dapat tawaran main film'. 'Udah sana casting' kata dia. Eh, enggak taunya diterima. Ya terus akhirnya aku bilang sama Agnes sama Chicco, 'Thank you sudah percaya sama gue'. Melalui proses reading segala macam ya, i'll do my best," kata Gading.

Meski tak tahu persis apa alasan Chicco memilih Gading sebagai peran utama, tapi Gading memang melihat karakternya pas memerankan tokoh Richard, pria yang menjomblo selama 20 tahun karena takut pada wanita.

"Memang bukan sosok cowok yang ganteng diidolakan tapi dia (Richard) ini memang kesepian segala macam," ujar Gading yang merasa karakter Richard yang diperankannya jauh berbeda dari sifat aslinya di dunia nyata.

"Beda banget sih. Si Richard ini orangnya introvert banget sementara gue orangnya extrovert banget. Gue orangnya terlalu nyantai, jadi benar-benar bertolak belakang. Gading ama Richard beda banget makanya butuh proses reading segala macam. Gue belajar."

Proses syuting film Love for Sale sendiri akan dimulai hari ini, Rabu, 30 Agustus. Syuting akan dilakukan di Jakarta dan Bogor. Selama kurang lebih 20 hari, Gading akan berkutat di lokasi syuting kelak. Untungnya, Gading mengaku Gisel, istrinya sangat mengerti dengan kesibukannya di film ini.

"Dia (Gisel) juga lagi sibuk. Yang kasihan sebenarnya Gempi. Tapi ini salah satu impian gue juga main film. Pemain utama. Enggak mudah juga buat dapetin ini jadi karena Gisel tahu gue pengin banget, dia support gue. Enggak apa-apa gue syuting aja biar hal-hal lain yang bisa dikerjakan Gisel ya dikerjakan Gisel," tambah Gading.

 

Penantian 8 tahun

Sementara itu, sang sutradara, Andibachtiar Yusup (Ucup) mengaku sudah memendam keinginan menuntaskan proyek film ini selama 8 tahun. Sejak 8 tahun lalu, Ucup mengaku sudah berdiskusi dengan beberapa temannya untuk membuat cerita film Love for Sale ini.

"Proyeknya agak susah dan susah juga nyari produsernya. Akhirnya baru produksi 8 tahun kemudian," kata Ucup yang ditemui di kesempatan yang sama. 

Awalnya, saat bertemu Chicco, cerita yang digagas Ucup baru rampung 30%. Tapi setelah berdiskusi dengan Chicco, barulah cerita untuk film ini tuntas seluruhnya. Selain Chicco, ada Angga Dwimas Sasongko yang juga berperan sebagai produser film ini.

Meski mengakui bahwa kisah dan jajaran pemeran film ini "tak biasa", Ucup tak mau pusing. "Beda tantangannya. Kalau sudah 20 tahun jomblo, sakit banget enggak sih? Ya memang menurut saya karakter ada di semua usia. Memang karena ada batasan usia tapi kan enggak. Kita tetap related aja. Bukan enggak mau ikutin tren, pasar film harus di edukasi."

Film Love for Sale ini rencananya akan tayang di kuartal pertama tahun 2018 mendatang, sekitar Februari 2018. —Rappler.com