Polisi tetapkan 10 orang pria yang ditangkap di Atlantis Gym sebagai tersangka

JAKARTA, Indonesia (UPDATED) - Sebanyak 10 orang dari ratusan peserta seks di arena fitnes Atlantis Gym, Kelapa Gading, Jakarta Utara ditetapkan sebagai tersangka. Kepala Polrestro Jakut, Kombes Pol Dwiyono mengatakan 10 orang tersebut ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pornografi dan pornoaksi.

“Menahan 141 orang dan saat ini sudah ditetapkan sebagai tersangka sebanyak 10 orang karena telah melakukan kegiatan pornografi dan pornoaksi,” ujar Dwiyono di Mapolres Jakut, Koja, Jakut pada Senin, 22 Mei.

Mereka dijerat pasal 30 juncto Pasal 4 ayat (2) dan atau Pasal 36 juncto Pasal 10 Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2008 tentang pornografi. Empat tersangka merupakan orang yang menyediakan sarana dan prasarana tempat hiburan dengan jasa pornografi.

Mereka masing-masing berinisial CD yang bertugas sebagai pengelola, N dan D bertugas sebagai kasir, serta RA sebagai petugas keamanan. Keempat orang ini diancam dengan hukuman 6 tahun penjara.

Sedangkan, enam tersangka lainnya dijerat dengan pasal 36 juncto pasal 10 UU RI nomor 44 tahun 2008 tentang pornografi dengan ancaman 10 tahun penjara. Keenam tersangka ini merupakan penari telanjang dengan inisial SA, BY, R, TT, A dan S.

Usai ditetapkan sebagai tersangka, mereka langsung ditahan di ruang tahanan Markas Polrestro Jakarta Utara. Sementara 131 peserta pesta seks masih berstatus sebagai saksi.

Pernah ditolak FPI

Sebelum digerebek, Atlantis Gym Kelapa Gading sudah pernah mendapat penolakan dari ormas Front Pembela Islam (FPI). Menurut seorang pekerja yang bekerja di dekat dengan tempat fitnes itu dan bernama Obi mengatakan FPI datang sekitar 5 bulan lalu.

Usai diprotes FPI, kata Obi, tempat fitnes itu sempat tutup selama 10 hari.

“Ada sekitar kurang lebih tiga orang yang datang ke sini dan membawa semacam spanduk penolakan," kata Obi.

Walau sempat terjadi penolakan, namun situasinya saat itu tidak sampai ricuh. Kendati sempat berhenti beroperasi sementara waktu, Atlantis Gym buka kembali seperti biasa.

Sementara, kini gedung berwarna cokelat itu kini tertutup rapat. Semua dibatasi dengan garis polisi. Otoritas keamanan juga menahan sementara waktu 37 motor dan satu mobil di pelataran parkir.

Sementara ruko di sekitar lokasi kejadian yang merupakan kantor jasa pengiriman masih terlihat beroperasi seperti biasa.

"Saya juga kaget tiba-tiba datang ini sudah ada garis polisi begini," kata Obi.

Sebelumnya Polresta Jakarta Utara menggerebek dan menahan ratusan pria yang diduga terlibat pesta homoseksual. Mereka menggelar acara bertajuk The Wild One. Untuk bisa mengikuti acara itu, peserta dikenakan biaya Rp185 ribu. - Rappler.com