Bom di Gereja Samarinda, 15 orang ditangkap

Personel Brimob Polda Kaltim mengamankan lokasi ledakan bom di Gereja Oikumene Kecamatan Loa Janan Ilir, Samarinda, Kalimantan Timur, Minggu (13/11). Foto oleh Amirulloh/ANTARA

Personel Brimob Polda Kaltim mengamankan lokasi ledakan bom di Gereja Oikumene Kecamatan Loa Janan Ilir, Samarinda, Kalimantan Timur, Minggu (13/11).

Foto oleh Amirulloh/ANTARA

JAKARTA, Indonesia - Kepala Divisi Humas Polri Irjen Boy Rafli mengatakan pihaknya telah menangkap 15 orang yang diduga terkait serangan bom di Gereja Oikumene HKBP Samarinda, kemarin.

"Ditetapkan satu tersangka (atas nama) Juhanda. Kemudian 15 diamankan dan sedang diperiksa," kata Boy di sela-sela acara HUT Korps Brimob ke-71 di Markas Komando Korps Brimob Polri, Kelapa Dua, Depok, Senin 14 November.

Ke-15 orang ini ditangkap tim Detasemen Khusus 88 Antiteror di Samarinda. Saat ini mereka sedang dalam pemeriksaan intensif. “Statusnya menunggu 7x24 jam dilihat adakah hubungan dengan tersangka,” kata Boy.

Seperti diketahui, serangan bom terjadi di depan Gereja Oikumene di Samarinda, Kalimantan Timur pada Minggu, 13 November, ketika ibadah sedang berlangsung.

Ledakan menyebabkan seorang balita tewas dan beberapa lainnya terluka. Sumber ledakan belakangan diketahui berasal dari bom motov yang dilempar oleh Juhanda alias Jo bin Muhammad Aceng Kurnia (32 tahun). 

Juhanda langsung ditangkap tak lama setelah kejadian. Setelah itu polisi menangkap 15 orang lainnya di sekitar Kota Samarinda. Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan Juhanda pernah terlibat dalam serangan bom buku yang didalangi oleh Pepi Fernando bin Maman.

"Ini sebenarnya pelaku lama kasus bom di Serpong sama Bom buku. Ada kaitan itu dengan kelompoknya Pepi Fernando. Dia jaringan lama. Jadi dia sekarang bergabung dengan JAD (Jamaah Anshor Daulah, red)," jelas Tito di tempat yang sama.

Mengenai targetnya, Tito berspekulasi bahwa Jo ingin menimbulkan kekacauan di tengah-tengah masyarakat. "Ya biasa selalu berusaha menimbulkan kekacauan. Itu saja," kata Tito. —Rappler.com