Provide your email for confirmation

Tell us a bit about yourself

country *
province *

why we ask about location

Please provide your email address

Login

To share your thoughts

Don't have an account?

Login with email

Check your inbox

We just sent a link to your inbox. Click the link to continue signing in. Can’t find it? Check your spam & junk mail.

Didn't get a link?

Sign up

Ready to get started

Already have an account?

Sign up with email

By signing up you agree to Rappler’s Terms and Conditions and Privacy

Check your inbox

We just sent a link to your inbox. Click the link to continue registering. Can’t find it? Check your spam & junk mail.

Didn't get a link?

Join Rappler+

How often would you like to pay?

Monthly Subscription

Your payment was interrupted

Exiting the registration flow at this point will mean you will loose your progress

Your payment didn’t go through

Exiting the registration flow at this point will mean you will loose your progress

Indonesia tempatkan dua wakil ke babak final Kejuaraan Dunia Badminton 2017

JAKARTA, Indonesia - Indonesia sukses mengirimkan dua wakilnya ke babak final Kejuaraan Dunia 2017 di Glasgow, Inggris. Mereka adalah ganda campuran Liliyana Natsir/Tontowi Ahmad dan Mohammad Ahsan/Rian Agung Saputro.

Sudah tidak ada keraguan terhadap kemampuan ganda campuran yang kerap disapa Owi/Butete itu. Namun, yang berhasil membuat kejutan adalah pasangan baru Ahsan/Rian yang justru mampu melaju hingga ke babak final.

Kendati tidak dijagokan, tetapi pasangan ini sukses membuat kejutan dengan mengalahkan unggulan pertama, Li Junhui/Liu Yuchen asal Tiongkok. Mereka juga melibas deretan unggulan lainnya untuk menuju ke laga puncak.

Sementara, tiket ke babak final diraih usai membungkam unggulan keempat dari Jepang, Takeshi Kamura/Keigo Sonoda dengan skor 21-12 dan 21-15. Kemenangan ini sekaligus membalas kekalahan di pertemuan sebelumnya.

“Kami bersyukur kepada Allah SWT bisa melaju sejauh ini. Senang dan bangga bisa ke final, karena ini tidak mudah. Kami memulai dari bawah, berkat kerja keras kami, pelatih dan tim, kami bisa,” kata Ahsan usai menuntaskan pertandingan seperti dikutip situs PBSI pada Sabtu, 26 Agustus.

Sementara, Rian mengungkap rahasia mereka dapat mengalahkan ganda putra Jepang. Ia mengaku tidak ingin terbawa kepada ritme permainan ganda putra Jepang yang menyukai permainan cepat dan keras.

“Kami berusaha untuk main di pola kami,” ujar Rian.

Ganda putra merah putih juga berusaha memberikan tekanan kepada Kamura/Sonoda hingga mereka tidak bisa mengembangkan permainan. Ini menjadi laga final bagi Ahsan di ajang kejuaraan dunia, di mana dua di antaranya telah ditaklukan bersama Hendra Setiawn di Guanzhou tahun 2013 dan di Jakarta pada tahun 2015.

Sementara, ketika dipasangkan dengan pemain yang lebih muda, Ahsan justru sukses membawa Rian ke final. Perjuangan mereka pun tinggal selangkah lagi menuju gelar juara dunia.

Lalu, bagaimana strategi mereka untuk menghadapi babak final? Ahsan mengaku bertukar peran dengan Rian. Ia lebih memilih menjadi play maker dan lebih banyak mengontrol permainan di depan net. Sementara, Rian sebagai finsiher atau tukang gebuk di belakang.

“Awalnya, kami sama-sama pemain belakang, tetapi sekarang saya kan yang lebih tua mengontrol di depan. Rian lebih muda dari saya, jadi dia yang lebih banyak mengeluarkan tenaga,” kata Ahsan.

Di babak final nanti, Owi/Butet akan berhadapan dengan Zheng Siwei/Chen Qingchen asal Tiongkok, sedangkan Ahsan/Rian menghadapi lawan berat Liu Cheng/Zhang Nan. Ini akan menjadi pertemuan kedua Owi/Butet di tahun yang sama dengan Zheng/Chen. Sebelumnya, ganda campuran Tiongkok itu harus menyerah kalah ketika menghadapi Owi/Butet di babak final BCA Indonesia Open dengan skor 22-20 dan 21-15.

Mampu kah Owi/Butet kembali mengulangi kesuksesan dan memboyong gelar juara dunia? Saksikan secara langsung perjuangan mereka di stasiun Kompas TV mulai pukul 18:30 WIB. - Rappler.com