Alasan Ira Koesno 'menghilang' sebelum debat pamungkas Pilkada digelar

JAKARTA, Indonesia - Mantan jurnalis Ira Koesno kembali diberi kepercayaan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI untuk memimpin debat Pilgub pada Rabu malam, 12 April di auditorium Hotel Bidakara. Namun, tidak seperti biasanya, Ira justru tidak banyak berkomentar mengenai debat yang dipandunya sebelum digelar. Lalu, apa alasan dari bungkamnya Ira sebelum debat?

“Yang pertama, ini format debatnya berbeda dan sebenarnya sampai agak menjelang hari H, dinamikanya masih terjadi. Karena itu pihak KPU DKI meminta saya untuk mengimbau agar sebaiknya tidak berbicara dulu (ke publik),” kata Ira yang ditemui di Hotel Bidakara pada Rabu malam. 

Format berbeda yang dimaksud Ira yakni KPU DKI turut menjaring pertanyaan dari masyarakat yang mewakili berbagai komunitas. Sehingga, aspirasi mereka bisa langsung diketahui oleh masing-masing paslon. (BACA: Yang perlu kamu tahu soal debat final Pilgub DKI Jakarta)

Melihat kondisi itu, Ira kemudian memilih mengikuti himbauan dari KPU DKI dengan harapan agar tidak perlu ada misinterpretasi di ruang publik.

“Karena posisi saya kan sebagai moderator, maka orang bisa saja menganggap apa yang saya ucapkan itu betul,” kata perempuan yang pernah meraih penghargaan Panasonic Awards itu.

Alasan lainnya, dia lebih banyak diam sebelum debat digelar karena tengah mengalami flu. Untuk mencegah suaranya agar tidak berubah, maka dia memilih tidak banyak berkomunikasi.

“Tapi, terus terang saya masih berhutang ke teman-teman media semua. Sekarang saya sudah siap untuk diwawancarai,” tutur dia.

Sama seperti penampilannya di debat perdana, Ira berhasil menyihir publik. Di debat pamungkas, bahkan Ira terlihat lebih galak lantaran pendukung kedua kubu masih sulit untuk ditertibkan. Ira tak segan-segan menegur pendukung kedua kubu dan meminta mereka untuk keluar jika dianggap mengganggu jalannya debat. - Rappler.com