ISIS klaim jadi dalang serangan teror Kampung Melayu?

JAKARTA, Indonesia - Kelompok teror Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) mengklaim bertanggung jawab atas serangan yang terjadi di Terminal Kampung Melayu pada Rabu malam, 24 Mei. Dalam serangan itu, lima orang tewas.

Dua di antaranya merupakan pelaku bom bunuh diri. Tiga lainnya merupakan personel polisi. Sementara, 12 lainnya terluka.

“Pelaku serangan terhadap sekumpulan polisi di Jakarta merupakan para pejuang ISIS,” ujar kelompok tersebut melalui jaringan media mereka, Amaq dan dikutip kantor berita Reuters.

Ini merupakan serangan mematikan kedua ISIS setelah teror di area Sarinah pada Januari 2016. Lalu, apa respons kepolisian?

Kadiv Humas Mabes Polri, Setyo Wasisto mengaku juga telah mendengar informasi tersebut. Tetapi, kepolisian tidak ingin terlalu buru-buru menyimpulkan bahwa ini merupakan serangan ISIS.

“Kami akan mengecek lebih dulu mengenai kebenaran informasi tersebut dengan menelusuri lebih jauh jaringan dari kedua pelaku,” ujar Setyo yang dihubungi Rappler pada Jumat, 26 Mei.

Polisi telah mengumumkan bahwa kedua pelaku bom bunuh diri bernama Ahmad Sukri dan Ihwan Nurul Salam. Mereka diduga memiliki kesamaan jaringan pelaku dengan pelaku teror di Cicendo Bandung yakni Jamaah Ansharut Daulah (JAD). Walaupun begitu, polisi tidak ingin langsung menyimpulkan ini merupakan serangan ISIS. (BACA: Wakapolri akhirnya ungkap identitas dua pelaku bom bunuh diri Terminal Kampung Melayu)

“Kami sedang memeriksa DNA para pelaku lalu dicocokan dengan latar belakang mereka,” kata dia.

Jika klaim tersebut benar, maka mengonfirmasi bahwa teror di terminal Kampung Melayu merupakan bagian dari serangan global. Sebelumnya, teror bom bunuh diri juga terjadi di Manchester, Inggris usai penyelenggaraan konser bintang pop Ariana Grande. Sebanyak 22 orang tewas dalam peristiwa tersebut, termasuk balita berusia 2 tahun. - Rappler.com