Presiden Jokowi: Jangan sampaikan hal-hal yang menghasut dan fitnah di media sosial

JAKARTA, Indonesia - Presiden Joko “Jokowi” Widodo mengatakan pemerintah sudah lama terus mengatasi isu dan kabar bohong atau hoax. Bahkan, untuk meredam kabar hoax, pemerintah membentuk Badan Siber Nasional di awal bulan ini.

Dia juga mengajak masyarakat untuk membangun budaya baru di mana mengutamakan nilai-nilai kesopanan dan santun dalam menyampaikan sesuatu.

“Apalagi dalam menyampaikan ujaran di media sosial, jangan menghasut, memfitnah, menyebar luaskan ujaran kebencian dan kabar bohong. Itu yang selalu saya sampaikan ke mana-mana,” ujar Jokowi yang ditemui media pada Minggu, 22 Januari usai mengikuti kejuaraan memanah di Bogor.

Mantan gubernur itu menjelaskan bahwa dia tidak perlu banyak mengeluh mengenai banyaknya pemberitaan hoax, karena kini publik memasuki era keterbukaan informasi. Merebaknya informasi hoax kata Jokowi tidak hanya menjadi tantangan di Indonesia semata, tetapi juga di negara lainnya.

Pernyataan Jokowi itu menjawab pertanyaan media soal keluhan yang disampaikan Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono melalui akun Twitternya pada tanggal 19 Januari lalu. Dalam cuitan yang ditulisnya sendiri, SBY mengaku resah karena oknum yang diduga kerap menyebarluaskan informasi hoax justru berkuasa.

Mengomentar hal tersebut, Jokowi menyampaikan alih-alih ikut membentuk opini yang justru semakin membuat publik resah, dia lebih fokus untuk membangun rasa optimisme.

“Kalau saya kerja itu selalu mendorong masyarakat bekerja lebih optimis ya,” katanya.

Bukan ditujukan ke pemerintah

Sementara, politisi dari Partai Demokrat, Benny K. Harman menilai cuitan SBY tidak ditujukan kepada siapa pun, apalagi jika disebut telah menyalahkan pemerintah. Menurut dia, cuitan tersebut merupakan bentuk kepedulian SBY terhadap bangsa ini.

“Pak SBY prihatin dengan meluasnya hoax, karena itu tidak sehat untuk demokrasi. Kebebasan menyatakan pendapat harus dihargai tetapi juga harus dicegah agar kebebasan tersebut tidak disalah gunakan,” ujarnya dalam keterangan tertulis dan dikutip media.

Apa yang disampaikan oleh pria yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Partai Demokrat itu kata Benny tidak lebih sebagai kekhawatiran melihat kondisi Indonesia saat ini.

“Apalagi melihat kondisi bangsa ini rentan dengan isu-isu negatif seperti diadu domba. Oleh karena itu, Partai Demokrat sangat peduli terhadap permasalahan bangsa,” ujar Benny. - Rappler.com