Tak ingin pesta seks di Kelapa Gading terulang, Kapolda Jabar bentuk satgas LGBT

BANDUNG, Indonesia - Kepolisian Daerah Jawa Barat membentuk Satuan Tugas Khusus (Satgasus) Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT). Satgas dibentuk untuk mengantisipasi terjadinya pesta seks yang terjadi di sebuah pusat kebugaran di area Kelapa Gading, Jakarta Utara pada Minggu, 21 Mei.

“Kejadian di ibukota tidak menutup kemungkinan dapat terjadi di Jawa Barat. Apalagi di Jawa Barat, penduduk paling banyak dan kota tempat rekreasi juga. Jadi, untuk mengantisipasi itu, kami juga bentuk tim Satgas LGBT agar hal tersebut tidak terjadi di Jawa Barat,” ujar Kapolda Jabar, Irjen Pol Anton Charliyan pada saat menggelar jumpa pers di Mapolda Jabar di Jalan Soekarno-Hatta kota Bandung pada Rabu, 24 Mei. (BACA: Polisi tetapkan 10 orang pria yang ditangkap di Atlantis Gym sebagai tersangka)

Anton berharap dengan adanya satgas tersebut bisa meminimalisir orang-orang yang berniat melakukan pesta seks tersebut. Dia menyebut isi tim satgasus tidak hanya berasal dari kepolisian tetapi lembaga lain seperti Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Badan Narkotika Nasional (BNN).

Anton menjelaskan tim satgasus LGBT akan memantau tempat-tempat atau acara-acara yang dinilai meresahkan masyarakat. Pemantauan akan dilakukan secara langsung di lapangan maupun menggunakan teknologi.

“Mungkin saja ada komunitas–komunitas khusus, clubbing-clubbing khusus yang mengadakan kegiatan-kegiatan tersebut,” ujarnya.

Bahkan, dia mengaku telah mengantongi tempat-tempat yang diindikasi melakukan kegiatan asusila tersebut. Tetapi, Anton menolak untuk membeberkannya.

“Itu rahasia kami. Nanti saja. Kami bukan janji, tapi bukti,” kata Anton menegaskan.

Anton berharap dengan datangnya bulan suci Ramadan, dapat dijadikan momen untuk menghentikan berbagai kegiatan yang dilarang oleh norma, etika dan agama.

“Namanya bulan suci, (maka) harus suci dari perbuatan perbuatan yang mengarah dan mendekati zinah. Mendekati saja kan tidak boleh, apalagi zinahnya. Jadi hal-hal yang kurang sesuai dengan norma, etika, dan agama tolong diberhentikan,” kata dia.

Usaha pencegahan

Sementara, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Bandung akan mengaktifkan kembali Tim Pembina Usaha Hiburan (TPUH) yang sempat vakum selama dua tahun terakhir. Pengaktifan tim itu juga bertujuan untuk mencegah pesta seks serupa terjadi di Kota Bandung.

“Kita lebih ke preventif, semoga seperti yang terjadi kemarin (di Jakarta), di Bandung tidak kejadian,” ujar Kepala Disbudpar Kota Bandung, Kenny Dewi Kaniasari kepada media di Pendopo Kota Bandung, Jalan Dalem Kaum pada Rabu kemarin.

Tim tersebut, lanjut Kenny, akan melibatkan MUI, BNN, dan Dinas Kesehatan. Pihaknya juga akan berkolaborasi dengan Polrestabes dan Satpol PP Kota Bandung untuk memonitor tempat-tempat hiburan.

“Ini kan tempat hiburan sangat rentan dengan penyakit seksual, narkoba, minuman beralkohol, sehingga menimbulkan dampak kriminalitas. Jadi, itu kami membina dengan menggaet pihak MUI untuk religi, BNN untuk pengetahuan tentang bahaya narkoba, dan dinas kesehatan tentang bahaya AIDS,” kata Kenny.

Selama Ramadan, Kenny mengatakan, pihaknya bersama aparat kepolisian dan Satpol PP akan melakukan monitor seminggu sekali ke tempat-tempat hiburan.

Menghadapi bulan Ramadan, Kenny mengatakan telah mengirimkan surat edaran ke 270 tempat hiburan di Kota Bandung. Surat itu memerintahkan tempat hiburan seperti pub, karaoke, klub malam, sauna, dan spa, untuk tutup selama bulan puasa, terhitung sejak pukul 18.00 WIB Rabu 24 Mei hingga pukul 18.00 WIB pada Kamis 27 Juni.

“Jika terbukti ada yang melanggar, kami akan langsung memberikan sanksi berupa pembekuan Tanda Daftar Usaha Pariwisata. Jadi tidak beroperasi sementara, nanti bisa diaktifkan kembali,” katanya. - Rappler.com