Konser untuk Omah Munir kumpulkan dana Rp 900 Juta

 

JAKARTA, Indonesia – “Museum ini untuk pendidikan HAM, untuk meneruskan gagasan almarhum Munir untuk mendorong masyarakat Indonesia tumbuh dan berwawasan HAM, terutama pelajar dan mahasiswa,” kata Suciwati, istri Munir, tokoh penggiat kemanusiaan yang meninggal dunia dalam perjalanan dari Jakarta ke Belanda, 7 September 2014. Munir dibunuh dengan minuman yang dibubuhi racun arsenik. Sampai kini, dalang pembunuhannya masih jadi misteri.

Selasa malam, 5 Desember 2017, ruang auditorium di Perpustakaan Nasional di kawasan Medan Merdeka Selatan dipenuhi mereka yang hadir untuk mendukung penggalangan dana untuk Museum Omah Munir, museum hak asasi manusia pertama dan satu-satunya di Asia Tenggara. “Dana yang terkumpul akan digunakan untuk menambah fasilitas pendidikan dan ruang diskusi Ham,” kata Najwa Shihab yang memandu acara.

Seniman musik Glenn Fredly, Tompi, Dira Sugandhi dan Idang Rasjidi  menyemarakkan acara berjudul “Menyalakan Kemanusiaan” dengan penampilan dan komunikasi yang menghibur hadirin yang membayar tiket senilai Rp 2 juta, Rp 1,5 juta dan Rp 1 juta. Seluruh penjualan tiket ditambah hasil lelang lagu malam itu disalurkan untuk Omah Munir.   

Butet Kertaradjasa membacakan semacam cerita pendek berjudul “Saksi Mata” yang ditulis oleh Agus Noor. “Penampil semuanya sukarela, karena kagum dengan perjuangan Munir dan ingin meneruskan gagasannya,” kata Glenn Fredly, yang antara lain menyanyikan lagu “Imagine” karya John Lennon dari kelompok The Beatles, yang menjadi lagu ikon yang sarat pesan kemanusiaan.

Museum yang didirikan empat tahun lalu di kawasan Batu, Malang, tempat kelahiran Munir, telah dikunjungi 7.500 orang. Di ujung acara, panitia mengumumkan bahwa dana yang terkumpul mencapai Rp 900 juta. Anda yang berminat untuk mendukung pengembangan museum HAM ini bisa juga berpartisipasi melalui Rekening Bank BNI Nomor  777444001 atas nama  Perkumpulan Munir.  Berikut foto-foto dari acara tersebut. – Rappler.com