Setelah insiden ledakan di Manchester, Ariana Grande membatalkan jadwal turnya

JAKARTA, Indoneesia - Rabu, 24 Mei, penyanyi Ariana Grande resmi mengumumkan pembatalan sejumlah jadwal turnya yang bertajuk Dangerous Woman. Kepastian pembatalan ini disampaikan Ariana lewat label rekamannya dan manajemennya di Universal Music.

Tur Ariana ini dipastikan akan dibatalkan hingga awal Juni mendatang. "Karena insiden tragis di Manchester, tur Dangerous Woman Ariana Grande akan dibatalkan sampai situasi terkendali dan sampai kami bisa menyampaikan rasa belasungkawa terhadap keluarga korban dengan baik," tulis pernyataan Universal Music.

Sejumlah pertunjukan Ariana yang dibatalkan antara lain adalah konser di hari Kamis (25 Mei) dan Jumat (26 Mei) di O2 Arena, London dan seluruh konser di Belgia, Jerman, Polandia dan Swiss hinga 5 Juni.

Untuk sementara, meski masih tentatif, Ariana dijadwalkan kembali naik panggung di Paris, 7 Juni mendatang.

"Kami memohon untuk kita semua terus mendukung kota Manchester dan semua keluarga yang terkena imbas insiden kekerasan yang pengecut dan tak berperasaan ini," kata manajemen Ariana Grande. "Kehidupan kita terancam lagi tapi kita akan bisa melewati ini semua bersama-sama."

Ariana sendiri hanya melontarkan komentarnya lewat akun Twitter pasca kejadian insiden Senin, 22 Mei di Manchester Arena. Ia menyebut bahwa dirinya sangat terpukul dan meminta maaf sebesar-besarnya atas kejadian tersebut.

Setelah insiden tersebut, Ariana pun langsung kembali ke kediamannya di Florida, AS, dan langsung disambut keluarga dan kekasihnya, Mac Miller. -dengan laporan AFP/Rappler.com