Malaysia ingatkan Indonesia jangan ekspor asap saat penyelenggaraan SEA Games

JAKARTA, Indonesia - Malaysia mengingatkan Pemerintah Indonesia agar permasalahan tahunan berupa kabut asap tidak kembali terjadi ketika mereka menjadi tuan rumah penyelenggaraan SEA Games. Pesta olah raga itu akan digelar di Kuala Lumpur pada 19-30 Agustus mendatang.

Ribuan atlet dari seluruh kawasan Asia Tenggara akan berkumpul di ibukota Kuala Lumpur pada pekan depan untuk ikut serta. Namun, muncul kekhawatiran kabut asap akan mengganggu pesta olah raga tersebut. Sebab, berkaca dari pengalaman sebelumnya, kabut asap itu menyebar hingga ke negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura.

Akibatnya, beberapa penerbangan terpaksa harus dibatalkan, beberapa sekolah ditutup dan tingkat penyakit pernafasan meningkat.

Namun, Menteri Olahraga Malaysia, Khairy Jamaluddin, mengaku tidak terlalu khawatir terhadap adanya ancaman kabut asap yang akan menyerbu dari Indonesia. Khairy mengaku itu bukan sebuah ancaman saat ini dan Pemerintah Indonesia telah membuktikan diri untuk mencegah kabut asap semakin meluas.

Tapi, ia tetap mengingatkan Pemerintah Indonesia agar langkah pencegahan tetap diambil.

“Saya berharap Indonesia dapat mengendalikan permasalahan ini sehingga tidak berdampak (terhadap pertandingan,” ujar Khairy seperti dikutip harian New Straits Times.

Ia yakin upaya pencegahan akan diambil oleh Pemerintah Indonesia, sebab jika tidak maka mereka sendiri yang akan menanggung malu.

“Sebab, jika kabut asap benar-benar berdampak terhadap penyelenggaraan SEA Games maka mereka (Indonesia) akan merasakan malu, karena mereka juga ikut berkompetisi di sini,” katanya.

Biasanya aksi pembakaran hutan akan memuncak di bulan September dan Oktober.

Tetapi, berdasarkan data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bagian barat Pulau Sumatera sudah dilanda kebakaran hutan. Bahkan, beberapa siswa di Aceh pingsan akibat menghirup asap yang ditimbulkan dari pembakaran lahan.

Namun, peristiwa pada tahun ini dikatakan lebih rendah dibandingkan tahun 2015 lalu. Saat itu peristiwa kebakaran hutan dan lahan berlangsung selama tiga pekan. Bahkan, kabut asap menyebar hingga ke bagian selatan Thailand.

Akibatnya, hubungan diplomatik beberapa negara seperti Singapura, Malaysia, Indonesia dan Thailand sempat tegang akibat peristiwa tersebut. - dengan laporan AFP/Rappler.com