Menpora: Atlet Para Games peraih medali emas diberi bonus Rp 200 juta

JAKARTA, Indonesia - Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi mengaku sudah menyiapkan bonus bagi peraih medali emas di ajang ASEAN Para Games 2017. Bonus tersebut berupa uang tunai sebesar Rp 200 juta dan status PNS.

Nilai bonus tersebut sama dengan nominal yang diberikan bagi peraih medali emas di ajang SEA Games.

“Kami sudah melakukan persiapan bagi yang menyangkut bonus fresh money maupun tambahannya yakni berupa status PNS. Untuk peraih medali emas, kami menyiapkan bonus sebesar Rp 200 juta sama seperti yang diberikan bagi peraih medali emas di SEA Games,” ujar Imam yang ditemui di Kompleks Istana Presiden pada Senin, 2 Oktober.

Sementara, untuk medali perak dan perunggu, kata Imam, jumlah bonusnya masih disiapkan. Satu hal lainnya yang menjadi perhatian mereka yakni status PNS bagi para atlet. Masalahnya, ada standar tertentu yang harus dipenuhi agar dapat diterima menjadi PNS. Salah satunya mengenai pendidikan formal.

“Ini saya ambil contoh, seorang atlet peraih medali emas di Asian Games, Paragames dan Olimpiade ternyata ijazahnya belum memenuhi syarat. Nah, itu yang harus kami kejar dan berkoordinasi dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan,” kata dia.

Imam mengaku telah menyiapkan solusi bahwa setiap pelatnas harus dilengkapi dengan program pendidikan semacam home schooling. Dengan begitu, para atlet tetap dapat untuk mengikuti pendidikan walau harus bertanding di berbagai kejuaraan.

Sementara, usul yang disampaikan oleh Menteri Koordinator PMK Puan Maharani yakni jika dari segi administratif tidak memungkinkan, maka mereka akan melirik agar para atlet itu dipekerjakan di salah satu perusahaan BUMN.

“Ini nanti saya minta Menpora agar bisa berkoordinasi dengan MenPAN-RB. Intinya adalah karena ini memang khusus, jadi enggak bisa juga semua mekanisme administrasi yang harus dilakukan secara rutin atau biasa dilampaui oleh para atlet Para Games,” kata Puan di tempat yang sama.

Kurang dana

Atlet para games Indonesia berhasil menjadi juara umum dengan meraih 129 medali emas. Menurut Imam, salah satu penyebabnya karena pelatnasnya dipusatkan menjadi satu, sehingga semua kebutuhan para atlet bisa dikendalikan mulai dari gizi, nutrisi vitamin, psikologi hingga ke akomodasi.

Belajar dari kemenangan di ASEAN Para Games, Imam pun berharap timnas juga bisa mengukir prestasi sama gemilangnya di ajang Asian Para Games. Sayangnya, dana penyelenggaraannya pun masih minim. Namun, pria yang juga menjadi politisi PKB itu menepis kekhawatiran semua pihak terkait dana.

“Ini sedang proses (untuk pencairan dana), karena kami kemarin harus meminta persetujuan DPR untuk anggaran tahun 2017. Karena (dana) itu diperoleh dari pengalihan dana pusat Olimpiade, realoklasi untuk INASOG. Sementara, untuk tahun 2018 sudah disiapkan semua, ada sekitar Rp 750 miliar,” katanya.

Ia pun juga memastikan bahwa per 1 Oktober kemarin, Surat Keputusan (SK) untuk 23 cabang olah raga sudah dikeluarkan, sehingga mereka sudah bisa mulai fokus untuk masuk ke Pelatnas. - Rappler.com

BACA JUGA: