Pemimpin ASEAN sepakat beri perlindungan bagi pekerja migran

JAKARTA, Indonesia - Usai selama 10 tahun berjuang untuk mencari titik temu, organisasi ASEAN akhirnya membuat kemajuan dengan memberikan perlindungan bagi pekerja migran. Para pemimpin ASEAN menutup KTT ke-31 ASEAN yang bertepatan dengan perayaan 50 tahun komunitas itu dengan menandatangani “Konsensus ASEAN mengenai perlindungan dan promosi hak para pekerja migran” pada Selasa, 14 November.

Presiden Rodrigo Duterte mewakili Filipina sebagai Ketua ASEAN memberikan dokumen yang telah ditanda tangani kepada Sekretaris Jenderal ASEAN Le Luong Minh.

Konsensus ini merupakan tindak lanjut dokumen ‘Deklarasi ASEAN Mengenai Perlindungan dan Promosi Hak-Hak Pekerja Migran” yang diadopsi pada Januari 2007 lalu di kota Cebu. Di dalam dokumen konsensus itu mencakup beberapa hal, yakni:

Dokumen konsensus tersebut merupakan sebuah komitmen yang diteken oleh anggota ASEAN untuk merumuskan sebuah rencana aksi untuk memberlakukan hak-hak tersebut. Rencana ini akan dibuat dalam pertemuan tahun depan di bawah Singapura yang akan menjadi Ketua ASEAN.

Butuh waktu lebih dari 10 tahun agar dokumen kesepakatan itu terealiasi, sebab tidak semua negara setuju dengan status hukum, perlindungan terharap pekerja yang tidak memiliki dokumen dan hak bagi anggota keluarga untuk berkunjung. Indonesia dan Filipina, kedua negara yang menyumbang pekerja migran terbesar, menginginkan agar kesepakatan itu mengikat secara hukum.

Sementara, Singapura dan Malaysia hanya menginginkan agar dokumen itu menjadi sebuah pemandu untuk menghindari peningkatan angka pekerja migran yang tidak memiliki dokumen. Kedua negara merupakan area penghubung bagi para pekerja migran.

Pemerintah Filipina mengatakan mereka sengaja menghilangkan kata “mengikat” di dalam dokumen itu, karena para penanda tangan dianggap telah menyadari konsekuensi dari komitmen tersebut.

Sayangnya, walaupun dokumen kesepakatan ini bisa dikatakan sebuah gebrakan, namun mereka masih tetap diam terhadap isu para pekerja ilegal. Diprediksi ada sekitar 10 juta pekerja migran di kawasan ASEAN yang mencari nafkah tanpa dokumen yang lengkap.

Selain menandatangani dokumen mengenai pekerja migran, Komunitas Sosial-Budaya ASEAN juga mengadopsi dokumen berikut:

- Rappler.com