Setahun pasca teror, Sting membuka kembali arena konser Paris Bataclan

JAKARTA, Indonesia — Musisi rock Sting membuka kembali arena konser musik Bataclan di Paris, Perancis, pada Sabtu, 12 November. Setahun sebelumnya, tempat ini menjadi lokasi tewasnya lebih dari 100 orang karena serangan teroris.

"Malam ini, kita memiliki dua tujuan yang harus dicapai," kata mantan pentolan grup band The Police ini dalam bahasa Perancis. "Pertama, untuk mengingat mereka yang kehilangan nyawanya karena serangan, dan selanjutnya untuk merayakan kehidupan dan musik di tempat bersejarah ini".

Ia juga meminta seluruh hadirin hening selama satu menit penuh, sebagai bentuk penghormatan bagi 132 orang yang tewas karena serangan pistol dan bom yang dilakukan militan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) di seluruh Perancis. Negara ini beberapa kali menjadi sasaran utama kelompok radikal militan tersebut.

Penyanyi asal Inggris itu membawakan acara dengan paduan perayaan sekaligus refleksi. Baginya ini adalah "penampilan tersulit di dunia musik rock".

Banyak hadirin yang menangis saat Sting melantunkan lagu pertama berjudul Fragile, terutama ketika lirik, "Tidak ada yang dihasilkan dari kekerasan, dan tidak ada yang bisa". Namun, ia cepat membalikkan suasana dengan berdiri dan menyanyikan Message In a Bottle.

"Kukirimkan SOS ke dunia," lantunnya. "Hanya harapan yang bisa menjaga kita hidup".

Kisah para penyintas

Di antara penonton yang hadir, ada Aurelien. Pria berumur sekitar 30 tahunan ini memutuskan untuk tetap hadir meski hatinya masih terluka karena kenangan di tempat mengerikan ini.

Selama setahun, ia menghindari tempat publik. Tidak menonton di bioskop, apalagi menonton konser. Bahkan untuk berbelanja pun, ia menggunakan fasilitas pesan antar.

SOLIDARITAS. Orang-orang menyalakan lilin untuk korban serangan di Paris di luar kantor Kedutaan Besar Perancis di Berlin, Jerman, 13 November 2015. Foto oleh Lukas Schulze/EPA

SOLIDARITAS. Orang-orang menyalakan lilin untuk korban serangan di Paris di luar kantor Kedutaan Besar Perancis di Berlin, Jerman, 13 November 2015.

Foto oleh Lukas Schulze/EPA

"Malam ini aku mengambil kembali hidupku, seperti sebelumnya. Ini adalah tugas, suatu obligasi untuk berada di sini karena ada 90 orang yang tak bisa lagi atang" kata Aurelien. Sembari bertutur, tangannya masih tampak gemetaran.

Rasanya masih sulit, ia mengakui, tetapi perlahan segalanya akan membaik. Ia menenggak bir, dan akan menikmati waktu yang menyenangkan.

Selain Aureline, turut hadir 250 orang penyintas dan keluarga korban. George Salines, yang kehilangan putrinya dalam serangan tersebut, mengatakan kehadiran Sting mengembalikan kebahagiaan dan musik di Bataclan dari cengkeraman kematian.

Setelah mendedikasikan lagu untuk penyanyi David Bowie dan Leonard Cohen yang meninggal beberapa waktu lalu, Sting memperkenalkan lagu baru berjudul Inshallah. "Ini adalah lagu untuk keluarga di atas kapal, mencoba mencapai Eropa," kata dia, menyinggung soal migran dari Suriah dan daerah konflik lainnya yang mencari suaka.

Ia mengakui tidak punya solusi untuk isu migran ini, tetapi masalah dapat selesai lewat empati.

Penolakan

Saat Sting berdiri di panggung, grup Eagles of Death Metal yang setahun lalu tampil di panggung Bataclan malah ditolak masuk. 

"Mereka datang, saya mengusirnya —ada hal-hal yang tak bisa kamu maafkan," kata Direktur Bataclan Jules Frutos seperti dikutip dari AFP. Frontman band tersebut, Jesse Hughes, mengklaim beberapa aparat keamanan Bataclan yang beragama Islam turut bekerjasama memuluskan serangan.

Pernyataan keliru tersebut terus diulang-ulang pada media selama dua bulan. "Ini gila, menuduh pengaman kami bekerjasama dengan teroris. Cukup. Nol. Ini harus berhenti," kata Frutos.

Hughes, yang merupakan rocker beraliran kanan sekaligus pendukung presiden terpilih Amerika Serikat, Donald Trump, juga mengatakan kalau kaum Muslim merayakan serangan tersebut di luar arena. Tentu saja, tuduhan ini sama sekali tak terbukti.

Pada Minggu, 13 November 2016, yang merupakan hari persis setahun serangan, Presiden Perancis Francois Hollande dan Wali Kota Paris Anne Hidalgo akan meresmikan plakat di luar Bataclan dan lokasi lain yang menjadi target serangan. Jesse Hughes diperkirakan akan hadir pada acara ini.-Rappler.com