Syarief: Keputusan akhir arah suara Partai Demokrat ditentukan AHY

JAKARTA, Indonesia (UPDATED) - Rapat pleno pengurus harian Partai Demokrat berakhir anti klimaks. Sebab, hingga akhir rapat, para pengurus belum menentukan sikap akan dialihkan ke kubu mana dalam putaran kedua Pilkada DKI.

Rapat tersebut juga tidak dihadiri oleh Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono. Acara itu dipimpin oleh Sekretaris Jenderal, Ketua Harian dan Ketua Dewan Kehormatan. Lalu, ke mana SBY?

“Kebetulan Pak sedang ada tugas yang perlu diselesaikan. Jadi, yang ditunjuk (untuk memimpin rapat) ada tiga,” ujar Ketua Harian Partai Demokrat, Syarief Hasan yang ditemui di Wisma Proklamasi pada Senin, 6 Maret.

Dia menjelaskan selama rapat yang berlangsung sekitar 3 jam para pengurus Partai Demokrat baru pada tahapan melakukan evaluasi dan konsolidasi terhadap Pilkada serentak yang digelar pada tanggal 15 Februari. Syarif mengatakan ada peningkatan yang cukup siginfikan yang berhasil dicapai oleh partai berlambang mercy itu.

“Dari 101 daerah, bupati dan walikota, Partai Demokrat memenangkan 45,5 persen. Padahal, kami menargetkan hanya mencapai 35 persen. Jadi, ada peningkatan,” ujar pria yang kini duduk di Komisi I DPR itu.

Para pengurus juga sempat membahas soal beberapa calon yang mereka dukung ternyata tidak lolos. Namun, di beberapa daerah tertentu justru berhasil terpilih.

Kendati belum memutuskan sikap di putaran kedua Pilkada DKI tahun ini, namun Partai Demokrat justru sudah berancang-ancang memikirkan strategi yang akan mereka gunakan dalam Pilkada di tahun 2018 mendatang. Dalam pilkada tahun depan akan diikuti oleh 171 wilayah yang memilih 17 gubernur.

AHY pegang kunci

Lalu, ke mana kira-kira Partai Demokrat akan melabuhkan 17,06 persen suara mereka di putaran pertama Pilkada DKI? Syarif mengatakan hal itu akan diputuskan bersama. Mereka akan mendengarkan masukan dari para pemimpin partai pengusung.

Simak pernyataan Syarief di bawah ini: 

“Tetapi tetap AHY (Agus Harimurti) yang akan memberikan keputusan akhir, sebab dia yang berada di garda terdepan ketika berjuang saat kampanye. Partai itu hanya mendukung saja,” kata dia.

Ketika ditanyakan apakah Agus akan bergabung secara resmi ke Partai Demokrat, Syarief mengaku belum tahu. Tetapi, besar harapan para kader di Partai Demokrat, mantan perwira TNI itu bersedia bergabung.

KPU DKI pada Sabtu, 4 Maret kemarin mengumumkan secara resmi bahwa Pilkada DKI berlanjut ke putaran kedua. Proses kampanye akan dimulai dari tanggal 7 Maret hingga 15 April. Sedangkan pencoblosan dilakukan pada tanggal 19 April. - Rappler.com