Perlengkapan militer disita polisi dari rumah terduga teroris Kampung Melayu

BANDUNG, Indonesia - Pihak kepolisian sudah menyatakan bahwa dua pelaku bom bunuh diri di Kampung Melayu merupakan bagian dari anggota kelompok radikal Jamaah Ansharut Daulah (JAD) sel Bandung Raya. Dari hasil pengembangan mereka ditemukan pula beberapa bukti bahwa dua bomber bunuh diri rupanya juga mengenal para pelaku bom panci di Taman Pandawa, Bandung.

Bukti yang menguatkan hipotesa tersebut yakni salah satu pelaku pelaku bom bunuh diri di Kampung Melayu, INS, rupanya kenal dengan AM, terduga pelaku bom di Taman Pandawa. Informasi itu kemudian berkembang terhadap tiga orang lainnya yang kemarin ditangkap oleh polisi yakni JIS, WS dan AK.

Istri INS yang berinisial G mengatakan jika suaminya kenal dengan tiga orang yang ditangkap polisi. Seolah memperkuat hubungan pelaku dari dua aksi itu, rupanya JIS merupakan adik ipar SA, yang ikut serta dalam aksi bom panci di Taman Pandawa, Bandung. Kini SA sudah ditangkap oleh polisi.

“Saat kami melakukan penggeledahan di (rumah) JIS, di dalam itu ternyata ada F, isteri SA yang diduga pelaku bom panci Cicendo (Taman Pandawa). Istri JIS itu adik kandung dari isteri SA,” ujar Kepala Bidang Humas Polda Jabar, Kombes Polisi Yusri Yunus di lokasi penggeledahan rumah JIS, Kampung Bongkok, Kabupaten Bandung Barat pada Jumat, 26 Mei.

Kendati telah dipastikan bahwa baik pelaku teror di Cicendo dan Kampung Melayu adalah anggota JAD, tetapi polisi masih terus mendalami kaitan di antara pelaku dua aksi tersebut, termasuk apa peran dari masing-masing terduga pelaku yang telah ditangkap yakni JIS, WS, dan AK.

“Kami akan mencari peran masing-masing dari 3 terduga pelaku yang sudah ditahan, sama terkait dengan jaringan apa,” kata dia.

Tetapi, Yusri memastikan bahwa ketiga orang yang kini ditangkap memang terkait dengan dua bomber bunuh diri di Kampung Melayu. Mereka mengklaim memiliki bukti.

“Kalau keterlibatannya (dengan bom Kampung Melayu), sudah. Jadi bisa langsung kami lakukan penahanan kepada yang bersangkutan,” kata Yusri yang menolak menyebutkan bukti-bukti tersebut.

Dokumen jaringan teroris hingga tutup panci

PENGGELEDAHAN. Tim Inafis menggeledah rumah AK di Parung Halang pada Jumat, 26 Mei. Foto oleh Yuli Saputra/Rappler

PENGGELEDAHAN. Tim Inafis menggeledah rumah AK di Parung Halang pada Jumat, 26 Mei.

Foto oleh Yuli Saputra/Rappler

Usai ditangkap, polisi kemudian bergerak ke kediaman mereka bertiga untuk melakukan penggeledahan. Polisi menyambangi rumah kontrakan WS yang berlokasi di Rancasawo, Kecamatan Buahbatu, Bandung. Di rumah kontrakan yang sudah dihuni lebih dari lima tahun itu, polisi menyita beberapa barang bukti.

“Ada dokumen pribadi WS, ponsel, dokumen-dokumen ajaran Islam, dan tutup panci yang sudah agak dimodifikasi. Mungkin ada keterkaitan dengan peristiwa bom Kampung Melayu, sedang diteliti oleh Tim Densus 88 dan Tim Inafis,” kata dia.

Yusri mengatakan sehari-hari WS bekerja serabutan mulai dari tukang potong ayam, pengemudi ojek online dan memiliki toko kelontong. Sementara di rumah dan toko terduga teroris AK, polisi menemukan dokumen-dokumen jaringan kelompok teroris, di samping ponsel, dokumen ajaran Islam, dan buku tabungan.

“Sementara masih kami dalami semuanya,” kata dia.

Sedangkan di rumah JIS, polisi menyita laptop, seperangkat komputer dan hardis, ponsel, dan dokumen-dokumen tentang ajaran Islam. Ia berharap, seluruh barang bukti yang dikumpulkan bisa mengungkap pelaku lainnya.

“Dari hasil barang bukti dan keterangan yang kami kumpulkan hari ini, mudah-mudahan dapat menjadi petunjuk untuk mengungkap kasus ini,” tutur dia berharap.

Polisi juga telah menggeledah rumah kedua bomber bunuh diri di Kampung Melayu, AS, di Kampung Ciranji, Kabupaten Bandung Barat pada Kamis, 25 Mei. Barang bukti yang diamankan oleh tim Densus 88 Mabes Polri yaitu satu unit ponsel merek Nokia milik ES, ibunda AS.

Di hari yang sama, polisi juga menggeledah rumah terduga pelaku bom bunuh diri Kampung Melayu, INS, di kota Bandung. Dari rumah INS, personel Densus 88 Anti-teror menyita beberapa barang bukti termasuk perlengkapan latihan bernuasa militer seperti sepatu boot, sangkur, sleeping bag, dan ransel. - Rappler.com