Polisi tangkap terduga pelaku peledakan bus tim Borussia Dortmund

JAKARTA, Indonesia — Tim kepolisian khusus Jerman telah menahan seorang pria yang diduga bertanggung jawab dengan ledakan bom yang menyerang bus yang berisi pemain klub Liga Jerman, Borussia Dortmund pada pekan lalu.

Informasi ini dilaporkan oleh surat kabar Bild dan Süddeutsche Zeitung, Spiegel Online, dan berbagai siaran publik Jerman pada Jumat, 21 April, waktu setempat.

Polisi Kriminal dan Kantor Jaksa Federal Jerman telah mengonfirmasi penahanan ini.

Terduga pelaku yang diidentifikasi oleh media sebagai Sergej W. dilaporkan menginap di hotel yang sama dengan pemain dan staf Borussia Dortmund pada hari ledakan terjadi.

Kamar tempatnya menginap menghadap jalanan di mana ledakan terjadi. Sergej W. ditahan di sebuah kota di barat daya Jerman, Tübingen, dan otoritas Jerman memulai investigasi terhadap dirinya pada akhir pekan lalu untuk 20 kali percobaan pembunuhan. 

Motif serangan diduga adalah "keserakahan", dan tak ada hubungannya dengan jaringan teroris internasional.

Menurut laporan Bild, Terduga pelaku diduga melakukan transaksi short sell 15,000 saham Borussia Dortmund seharga 78,000 euro (Rp 1.098.474.000). Ia bisa mendapat keuntungan dari transaksi tersebut apabila harga saham Die Schwarzgelben jatuh.

Setelah ledakan terjadi, harga saham klub tersebut turun dari 5.738 euro ke 5.421 euro.

Setelah sempat pulih, harga saham klub yang bermarkas di Dortmund ini turun lagi ke 5,395 euro pada Kamis setelah tereliminasi dari babak perempat final Liga Champions.

Pada 11 April (atau 12 April WIB), tiga ledakan terjadi di dekat bus yang berisi pemain dan staf Borussia Dortmund. Insiden ini terjadi ketika tim berangkat dari hotel ke Stadion Signal Iduna Park, Dortmund, tepat sebelum pertandingan leg pertama perempat final Liga Champions melawan AS Monaco.

Ledakan ini melukai bek Borussia Dortmund Marc Bartra dan seorang polisi. —Rappler.com