Provide your email for confirmation

Tell us a bit about yourself

country *
province *

why we ask about location

Please provide your email address

Login

To share your thoughts

Don't have an account?

Login with email

Check your inbox

We just sent a link to your inbox. Click the link to continue signing in. Can’t find it? Check your spam & junk mail.

Didn't get a link?

Sign up

Ready to get started

Already have an account?

Sign up with email

By signing up you agree to Rappler’s Terms and Conditions and Privacy

Check your inbox

We just sent a link to your inbox. Click the link to continue registering. Can’t find it? Check your spam & junk mail.

Didn't get a link?

Join Rappler+

How often would you like to pay?

Monthly Subscription

Your payment was interrupted

Exiting the registration flow at this point will mean you will loose your progress

Your payment didn’t go through

Exiting the registration flow at this point will mean you will loose your progress

Polisi tetapkan dokter dugaan malpraktik chiropractic sebagai tersangka

Klinik Chiropractic First yang berlokasi di Pondok Indah disegel polisi. Foto oleh Famega Syavira/Rappler.com

Klinik Chiropractic First yang berlokasi di Pondok Indah disegel polisi. Foto oleh Famega Syavira/Rappler.

com

JAKARTA, Indonesia - Penyidik Polda Metro Jaya menetapkan status tersangka terhadap dokter Randall Cafferty terkait dugaan malpraktik terapi chiropractic. Akibat dugaan malpraktik itu menewaskan Allya Siska Nadya.

"Dokter Randall sudah ditetapkan sebagai tersangka dengan jeratan empat undang-undang," ujar Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Krishna Murti pada Senin 18 Januari.

Dia menyebut akan melengkapi proses penyidikan dan mengejar Cafferty yang diduga masih berada di Indonesia. Berdasarkan informasi dari Direktorat Jenderal Imigrasi, Cafferty belum keluar dari Indonesia, tetapi sudah tinggal melebihi dari izin yang diberikan (overstay). 

"Kalau dia (Cafferty) masih di Indonesia akan kami tangkap," Krishna menambahkan.

Selain itu, Polda Metro Jaya juga telah berbagi informasi dengan petugas Biro Penyidik Federal (FBI) dan Interpol untuk memburu Cafferty seandainya dia telah kembali ke Negeri Paman Sam. Lalu, bagaimana menyerahkan Cafferty sementara Indonesia dan Amerika Serikat tak memiliki perjanjian ekstradisi?

Polda Metro Jaya mengatakan akan menyerahkan proses persidangan kepada aparat penegak hukum di Amerika Serikat.

Polisi juga akan menyelidiki indikasi pelanggaran klinik terapi tanpa ijin, termasuk dugaan pidana mempekerjakan tenaga kesehatan asing tanpa ijin, sehingga satu pasien tewas.

Pihak keplisian membentuk satuan tugas (satgas) yang terdiri dari imigrasi, dinas kesehatan dan dinas tenaga kerja untuk kegiatan razia klinik ilegal yang membahayakan. Cafferty adalah terapis yang mengobati Allya saat terapi di Klinik Chiropractic First Pondok Indah.

Namun, sehari setelah diterapi, Allya meninggal dunia saat menjalani perawatan di Rumah Sakit Pondok Indah pada bulan Agustus 2015. -laporan ANTARA/Rappler.com

BACA JUGA: