Prediksi Pemilu AS: Siapa yang akan menang?

Dengan hasil Pemilu AS kemungkinan akan diketahui dalam waktu 48 jam, waktunya telah datang untuk mengesampingkan komentar dan membuat prediksi akhir.

Hillary Clinton dan Donald Trump telah menarik kebanyakan perhatian dalam musim pemilu ini, tapi ada lebih banyak yang dipertaruhkan pada hari pemilihan selain presiden.

Berikut adalah prediksi terakhir saya untuk Kepresidenan, serta pemilihan Gubernur, Senat AS dan Dewan Perwakilan Rakyat AS.

Presiden

Hillary Clinton akan menang. 

Apapun yang dikatakan oleh poll, Partai Demokrat telah lama memiliki keuntungan jelas di Electoral College. Supaya Trump bisa menang, dia harus memenangkan setiap negara bagian yang dimenangkan oleh John McCain dan Mitt Romney pada tahun 2008 dan 2012, dan juga negara bagian yang tidak mereka menangkan. Tidak ada jalan yang masuk akal untuk mendapatkan mayoritas Electoral College bagi Trump.

Saya tidak yakin tentang hasil di Indiana, Iowa, dan Carolina Utara - di mana persaingan sangat ketat - tapi saya tetap membuat prediksi.

Gubernur 

12 negara bagian akan memilih Gubernur baru.

Ini adalah kabar buruk untuk Demokrat, karena saya memprediksi jumlah gubernur Demokrat akan semakin berkurang, dengan Partai Republik memenangkan kursi yang sekarang diduduki Demokrat di Missouri, New Hampshire dan Vermont.

Di sisi lain, gubernur Republikan Carolina Utara Pat McCrory sepertinya akan kalah kepada pesaingnya dari Partai Demokrat.

Dengan ini, Partai Republik akan mendapatkan perolehan bersih dua kursi. Saat ini ada 31 gubernur Republikan, 18 Demokrat, dan 1 independen, tapi setelah pekan ini, akan menjadi 33-16-1.

Senat AS

Kira-kira sepertiga (34) dari 100 kursi di Senat AS diperebutkan dalam pemilu ini. 

Saat ini, Partai Republik menguasai Senat, 54-46 (termasuk 2 anggota independen yang memilih bersama Demokrat).

Di awal musim pemilu, Demokrat terlihat akan kembali berkuasa. Tetapi, di banyak negara bagian, kandidat Republikan telah sukses menjauhkan diri mereka dari Trump dan terlihat bisa menang di negara bagian di mana Trump akan kalah.

Notable races yang layak diikuti

Ada beberapa negara bagian yang benar-benar sulit ditebak, di mana kedua partai punya kesempatan untuk menang. Negara bagian tersebut adalah Indiana, Missouri, Nevada, dan Pennsylvania. Sangat mungkin untuk Partai Demokrat bisa memenangkan ke-4 kontes ini, tapi persaingan di negara bagian sangat ketat - membuat prediksi sama saja seperti lemparan koin.

Partai Demokrat memang memiliki kesempatan yang besar di Indiana, tapi Trump tidak akan seberpengaruh di sana seperti di negara bagian lain, karena banyak warga akan memilih Gubernur Indiana Mike Pence untuk menjadi wakil presiden.

Tidak diragukan lagi, Jason Kander dari Missouri adalah bintang baru yang muncul di musim pemilu ini, dengan iklan viral yang menunjukkan dukungannya untuk pengendalian senjata. Beberapa poll menunjukkan dia memimpin di depan petahana Roy Blunt, orang dalam Washington yang sangat berpengalaman dan cerdik, dan anggota kepemimpinan Partai Republik di Senat. Kander memang memiliki peluang yang sangat bagus untuk menang, tapi itu akan dianggap di luar dugaan.

Nevada sulit untuk ditebak. Anggota Kongres dari Partai Republik Joe Heck telah menjalankan kampanye yang hampir sempurna melawan mantan Jaksa Agung Negara Bagian, Catherine Cortez Mastro. Seperti Kander, Cortez Mastro sangat mungkin untuk menang, tapi itu tergantung pada jumlah pemilih Hispanik, dan dampak Trump.

Petahana Republikan Pennsylvania Pat Toomey, salah satu anggota Senat yang paling konservatif, telah lama dianggap rentan. Tetapi seperti Joe Heck di Nevada, Toomey telah menjalankan kampanye yang hampir sempurna, sementara Demokrat Katy McGinty tampil kurang bersemangat sebagai kandidat pertama kalinya. Sekali lagi, McGinty memang memiliki peluang bagus untuk menang di sini, tapi kontes ini akan dimenangkan dengan perbedaan suara kurang dari 2%.

Kalau Partai Demokrat memenangkan salah satu negara bagian ini saja, mereka akan merebut kembali kendali Senat. Tetapi, saya memprediksi Partai Republik akan mempertahankan mayoritas tertipis: 51-49.

Akan tetapi sangat mungkin hasil di beberapa negara bagian ini baru akan jelas beberapa hari setelah pemilu. 

218 kursi diperlukan untuk mengendalikan Dewan, yang berarti Partai Demokrat harus mempertahankan semua kursi mereka, dan memenangkan 32 lagi. Meski tidak mustahil, kemungkinannya kecil. Di tahun-tahun"gelombang" Demokrat pada 2006 dan 2008, mereka hanya memenangkan masing-masing 21 dan 31 kursi, masih kurang dari yang diperlukan tahun ini.

Demokrat tentunya akan menambah kursi minggu ini, dan saya memprediksi perolehan bersih sejumlah 18-19 kursi, yang berarti Dewan berisi 229/230 kursi Republikan dan 206/205 kursi Demokrat.

Awasilah distrik kongres ke-10 di Virginia, yang saat ini diduduki oleh Republikan Barbara Comstock. Virginia akan menjadi salah satu negara bagian pertama yang mengumumkan hasil mereka, dan jika Comstock dikalahkan, ini akan menjadi malam yang sangat baik untuk Demokrat di seluruh negeri. Jika Comstock terpilih kembali, Demokrat hanya akan menambah 10-12 kursi di Dewan.

Secara keseluruhan

Pemilihan presiden paling tidak biasa dan memecah-belah dalam beberapa tahun terakhir akan menghasilkan banyak ketidakpastian di Hari Pemilihan. Ini alasan mengapa banyak pakar - termasuk saya - kurang yakin dengan prediksi down-ticket.

Tidak seperti tahun-tahun pemilihan sebelumnya, ada dua variabel besar yang berpengaruh: Hillary Clinton dan Donald Trump. – Rappler.com

Artikel ini pertama diterbitkan di The Conversation.

 Dosen Online bidang Politik, dan Kandidat PhD bidang Politik dan Sejarah, Swinburne University of Technology.