Presidium Alumni 212 bersedia ongkosi komisioner Komnas HAM berangkat ke Saudi

JAKARTA, Indonesia - Sekelompok massa yang menamakan alumni dari gerakan aksi 2 Desember (212) terus mendesak Komnas HAM untuk mengusut adanya dugaan pelanggaran terhadap upaya kriminalisasi terhadap para ulama. Salah satu yang tengah jadi sorotan adalah pimpinan Front Pembela Islam (FPI), Rizieq Shihab yang diduga melakukan perbuatan pornografi.

Dia diduga meminta untuk dikirimkan foto-foto muridnya, Firza Husein dalam keadaan tanpa busana. Alasan massa memilih melaporkan isu tersebut ke Komnas HAM karena mereka mengaku tidak percaya lagi kepada polisi. Dalam pandangan mereka, polisi telah diperalat oleh rezim penguasa agar membidik Rizieq sebagai tersangka atas komunikasi di aplikasi WhatsApp yang diduga rekayasa. (BACA: Alumni 212 desak Komnas HAM selidiki upaya kriminalisasi terhadap ulama)

Namun, Komnas HAM mengaku kesulitan untuk mendengar keterangan dari Rizieq, karena dia saat ini tidak berada di Indonesia. Rizieq diketahui kembali ke Saudi usai menuntaskan konsultasi program doktor di Malaysia.

Salah satu komisioner Komnas HAM Natalius Pigai pada pertemuan keempat Jumat, 12 Mei mengatakan pihaknya tidak akan mendatangi Rizieq ke Saudi. Selain tidak sesuai prosedur, Komnas HAM tidak memiliki biaya.

“Kementerian Keuangan dan BPK masih belum mencairkan anggaran kami. Negara baru akan mencairkan anggaran pada bulan Juni,” ujar Natalius ketika itu.

Rupanya dalam pertemuan kelima dengan Komnas HAM pada Jumat, 19 Mei, massa mengatakan siap membantu urusan pendanaan.

“Komnas HAM bisa mendatangi Habib ke Saudi. Kami akan menyawer untuk membiayai Komnas HAM,” ujar Ketua Presidium Alumni 212, Ansufri Idrus Sambo pada Jumat kemarin.

Bahkan, mereka sudah membuat kotak infak di luar gedung Komnas HAM untuk mendukung finansial institusi tersebut.

“Kami akan bantu agar Komnas HAM supaya bisa menemui Habib di Saudi. Kalau saweran dari kita bagaimana?” kata Sambo lagi bertanya kepada rekan-rekannya.

Namun, tawaran itu ditolak mentah-mentah oleh Natalius. Dia mengatakan pihaknya tidak bisa menerima uang dari Presidium Alumni 212. Sebab, hal itu bisa membuat citra Komnas HAM tercoreng.

“Jangan, haram hukumnya (untuk menerima saweran). Nanti predikit A kita (Komnas HAM) di dunia akan terjun bebas,” katanya lagi.

Terkait dengan permintaan untuk mendengarkan keterangan Rizieq, Natalius akan berdiskusi lebih dulu dengan komisioner Komnas HAM lainnya. - Rappler.com