Pulau Okinoshima yang larang perempuan masuk menjadi warisan dunia, UNESCO dikecam

 

JAKARTA, Indonesia — Seorang pimpinan umat Hindu, Rajan Zed, mengecam Organisasi Pendidikan dan Kebudayaan dalam PBB (UNESCO) karena memasukan Pulau Okinoshima di Jepang sebagai salah satu situs warisan dunia. Nyatanya, pulau tersebut merupakan sebuah pulau yang melarang wanita untuk berkunjung.

Dalam UNESCO World Heritage Committee sesi ke-41 yang diadakan di Krakow, Polandia, pada 2-12 Juli, Pulau Okinoshima telah disahkan sebagai salah satu world heritage atau warisan dunia. Pulau ini merupakan tempat bagi Kuil Okitsu, yang dibangun pada abad ke-17 untuk mendoakan keselamatan para pelaut. Sebelum masuk ke pulau tersebut, para pria diharuskan melepas pakaian dan menjalani ritual pembersihan diri terlebih dahulu.

Zed mengatakan, UNESCO telah menyimpang dari kampanye “Kesetaraan Gender” yang merupakan satu dari dua “Prioritas Global” dari UNESCO sendiri. Untuk itu, ia mendesak Direktur Jenderal UNESCO Irina Bokova untuk mengundurkan diri karena ketidaktulusannya terhadap cita-cita UNESCO.

Zed yang merupakan Presiden Universal Society of Hinduism, menambahkan bahwa Ini adalah kasus promosi yang terang-terangan dan memberikan cap resmi persetujuan untuk "ketidaksetaraan gender" oleh UNESCO. 

Zed menyatakan UNESCO seharusnya tidak memberi penghargaan pada monumen atau situs yang menolak untuk memperlakukan wanita dengan setara dan juga rasa hormat yang pantas mereka dapatkan. Perempuan berhak mendapatkan hak dan kesempatan yang sama. Diskriminasi gender di pulau ini perlu diakhiri karena hal itu sangat tidak tepat dan di luar jalur.

Salah satu kuil yang berada di Pulau Okinoshima, Jepang. Foto dari AFP

Salah satu kuil yang berada di Pulau Okinoshima, Jepang.

Foto dari AFP

Zed, mengutip tulisan suci dalam Manusmriti kuno, "Di mana wanita dipuja, di sana para dewa senang. Jika tidak, tidak ada ritus yang akan menghasilkan buah apapun."

“Pria dan wanita setara di mata Tuhan,” tambah Zed.

"Pulau Okinoshima dan Situs Terkait di Wilayah Munakata" berada di daftar tentatif untuk negara Jepang dalam Konvensi Warisan Dunia UNESCO sejak 2009. 

Sebuah deskripsi tentang Pulau Okinoshima di situs UNESCO meliputi: "Dari abad keempat sampai abad kesepuluh, ritual keagamaan nasional telah dilakukan untuk memohon para dewa", dan "di mana tuhan turun untuk tinggal di dunia ini". 

Hal tersebut merupakan sebuah "Nominasi Dosir" yang disiapkan oleh Badan Urusan Kebudayaan Jepang untuk situs ini pada Januari 2016.

Sepekan sebelumnya, UNESCO juga menetapkan Kota Tua Hebron di Israel sebagai salah satu situs warisan dunia atas usulan Palestina dan mendapat kecaman dari pemerintah Israel atas keputusan tersebut. —Rappler.com