Remaja putra di Grobogan alami penyakit langka, lahirkan bayi jenis kelamin laki-laki

SEMARANG, Indonesia - Kondisi kesehatan seorang remaja bernama Ganang Yudho Putra Duri perlahan-lahan membaik usai dilarikan ke RSI Sultan Agung pada 19 Oktober lalu. Kendati berjenis kelamin laki-laki, namun Ganang didiagnosa mengandung janin dengan berat tiga kilogram di dalam tubuhnya.

Kok bisa? Rupanya ia menderita penyakit langka. Maka operasi dilakukan untuk mengeluarkan bayi berjenis kelamin laki-laki itu pada Selasa, 24 Oktober. Direktur Pendidikan RSI Sultan Agung, dr. Ken Wirastuti mengatakan remaja berusia 17 tahun itu menderita penyakit semacam tumor atau kanker. Hingga kini penyakit itu masih didalami oleh tim medis.

“Sebetulnya kan di dunia enggak pernah ada laki-laki yang melahirkan. Secara nalar dan ilmu kedokteran tidak pernah ditemukan hal itu. Dalam kajian agama juga sama, laki-laki tidak bisa melahirkan seorang bayi,” kata Ken ketika memberikan keterangan pers pekan ini di di rumah sakit.

Ia menjelaskan tim medis sudah berusaha sekuat tenaga untuk menyelamatkan nyawa Ganang ketika dilakukan operasi pembedahan pada perutnya. Syukurnya, operasi berjalan lancar dan nyawa Ganang berhasil diselamatkan.

Pihak rumah sakit sudah melakukan kesepakatan dengan keluarga pasien tidak dapat membeberkan ihwal penyakit langka yang diderita oleh Ganang. Begitu juga dengan adanya penjelasan bahwa Ganang menderita penyakit teratoma.

Hal itu, kata Ken, dilakukan atas dasar privasi dan menjaga kerahasiaan medis.

“Saya tidak bisa menjawab apakah dia terkena penyakit teratoma atau tidak. Karena telah disepakati dengan keluarga pasien untuk tidak mempublikasikannya. Kami juga menghargai hak pasien. Alasannya yang bersangkutan masih punya masa depan," tutur Ken.

Bukan melahirkan

Sebelumnya Humas RSI Sultan Agung Semarang, Unggul mengatakan jika hasil diangosa sementara menyebut Ganang menderita penyakit teratoma atau memiliki embrio ganda. Bayi yang dikandung Ganang adalah embrio saudara kembarnya.

“Embryo kembarannya itu menempel di tubuh dan ternyata berkembang. Jadi, bukan melahirkan,” kata Unggul seperti dikutip media.

Ia mendasarkan informasi itu, karena terlihat tangan dan kaki di embrio tersebut.

“Jadi yang satu berkembang, yang satu menyatu dengan tubuh. Kalau berkembang semua namanya kembar siam dan menempel. Jadi, embrio satu tidak berkembang dan masuk di dalam perutnya,” tutur Unggul.

Sudah dimakamkan

Kabar penyakit langka diidap Ganang kali pertama muncul ketika ia dibawa oleh keluarganya ke RSI Sultan Agung. Jamal, tetangga Ganang saat ditemui bahkan mengatakan jabang bayi telah lahir dengan kondisi lengkap dari perut anak pasangan Masduri dan Sri Munastatik itu.

“Tetapi, bayinya sudah meninggal dan langsung dimakamkam di TPU Desa Panunggalan Pulokulon pas hari Rabu 25 Oktober kemarin," kata Jamal.

Ia kemudian menunjukkan gundukan tanah kuburan yang dimaksud. Di sana terpasang papan kayu nisan berukuran 15 centimeter yang menjadi penanda makam bayi tersebut.

Pemakaman hanya dihadiri oleh pihak keluarga. Tetapi, Jamal baru menyadari bahwa informasi tersebut ternyata menyebar dan memicu kehebohan di desa tempatnya tinggal.

“Ternyata yang dimakamkan bayi yang dilahirkan oleh Ganang," kata dia.

Jamal mengisahkan bahwa Ganang pernah mengeluh sesak di dadanya karena perutnya yang membesar.

“Saya sempat tanya ketika itu, dia jawabnya mungkin sedang masuk angin,” tutur dia.

Hingga saat ini, Ganang masih menjalani perawatan di ruang bedah di RSI Sultan Agung. Keluarga masih menunggui Ganang hingga pulih. - Rappler.com