Mencintai Indonesia melalui film ‘Negeri Dongeng’

JAKARTA, Indonesia —Mengaku membawa perspektif baru di kancah perfilman dalam negeri, film Negeri Dongeng karya Anggi Frisca memperlihatkan keindahan alam melalui ekspedisi beberapa gunung Indonesia yang di antaranya adalah Gunung Carstensz di Papua, Gunung Bukit Raya di Kalimantan, Gunung Binaiya di Ambon, Gunung Rinjani di Lombok, Gunung Semeru di Jawa, dan Gunung Latimojong di Sulawesi.

Kisah ekspedisi nyata ini direkam oleh tujuh sinematografer dan dikompilasikan menjadi sebuah film dokumenter yang ingin menanamkan rasa cinta akan Tanah Air.

“Ingin film ini membuat penonton melihat Indonesia dari dekat dan menumbuhkan rasa cinta terhadap tanah air lewat karya,” jelas sutradara Negeri Dongeng, Anggi Frisca dalam konferensi pers yang berlangsung di Paviliun 28, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada Rabu, 25 Oktober 2017.

Bagi Anggi, untuk mencintai Indonesia, perlu mengenal alam dan masyarakatnya lebih jauh. Anggi beserta enam filmmaker dan satu guest expeditor yang selalu berganti di tiap gunungnya memperlihatkan keindahan pemandangan dan suasana masyarakat yang tinggal di kaki gunung-gunung tertinggi Nusantara.

Film yang telah diputar kecil-kecilan di sekitar 30 kota tersebut mendapat dukungan dari pemerintah seperti Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kementrian Pariwisata, dan Kementrian Pendidikan.

'NEGERI DONGENG'. Teguh Rahmadi (Sinematografer), Nadine Chandrawinata (Guest Expeditor), Anggi Frisca (Sutradara u0026 Sinematografer), dan Chandra Sembiring (Produser) dalam konferensi pers seusai pemutaran film 'Negeri Dongeng' di Paviliun 28, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada Rabu, 25 Oktober 2017. Foto oleh Valerie Dante/Rappler

'NEGERI DONGENG'. Teguh Rahmadi (Sinematografer), Nadine Chandrawinata (Guest Expeditor), Anggi Frisca (Sutradara u0026 Sinematografer), dan Chandra Sembiring (Produser) dalam konferensi pers seusai pemutaran film 'Negeri Dongeng' di Paviliun 28, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada Rabu, 25 Oktober 2017.

Foto oleh Valerie Dante/Rappler

“Dalam film ini kita berusaha menanamkan nilai gotong royong dan revolusi mental yang bisa mempengaruhi anak-anak muda. Film ini jadi kolaborasi dari banyak pihak, semua hasil dari gotong royong,” tutur produser, Chandra Sembiring.

Nadine Chandrawinata, selaku guest expeditor saat mendaki Gunung Carstensz berharap agar penonton Negeri Dongeng dapat menemukan passion dalam diri mereka dan menjadi inspirasi di lingkungan masing-masing. Nadine pun berbagi pengalamannya kala proses pendakian, “Menaklukkan gunung itu nggak hebat, menaklukkan diri sendiri itu jauh lebih sulit dan penting.”

Sedangkan bagi Anggi, kesulitan utama saat proses produksi film ini adalah menjaga komitmen, persistensi, dan mental masing-masing dalam usaha menyelesaikan pendakian.

Paparan alam Indonesia

Negeri Dongeng adalah sebuah film yang memperlihatkan ekspedisi mengelilingi Indonesia dan berkisah mengenai tujuh sineas muda yang mendaki tujuh puncak tertinggi di Nusantara. Perjalanan panjang membuat mereka mengupas cerita pada setiap tempat yang disinggahi, bertemu dengan bentangan alam indah dan mendengar cerita penduduk setempat.

Setiap tempat yang dilalui ketujuh sekawan tersebut memicu emosi yang berbeda-beda. Mulai dari semangat anak muda, kesedihan, hingga kepuasan saat summit atau sampai di puncak tergambar jelas dalam film dokumenter ini. Film ini mengajak penontonnya untuk benar-benar merasakan kesulitan yang dihadapi saat pendakian dan bagaimana mengatasi tantangan yang muncul dari dalam diri sendiri.

Film dari rumah produksi AKSA7 ini berhasil memperlihatkan keindahan mentah yang disajikan gunung-gunung Indonesia, meski di beberapa tempat ditemukan kerusakan alam yang disebabkan manusia. Negeri Dongeng menjadi refleksi bagi masyarakat agar lebih menghargai dan menjaga alam, juga mencintai tanah air.

Negeri Dongeng mulai tayang di beberapa bioskop pada 26 Oktober 2017.

—Rappler.com