Provide your email for confirmation

Tell us a bit about yourself

country *

Please provide your email address

welcome to Rappler

Login

To share your thoughts

Don't have an account?

Login with email

Check your inbox

We just sent a link to your inbox. Click the link to continue signing in. Can’t find it? Check your spam & junk mail.

Didn't get a link?

Use password?

Login with email

Reset password?

Please use the email you used to register and we will send you a link to reset your password

Check your inbox

We just sent a link to your inbox. Click the link to continue resetting your password. Can’t find it? Check your spam & junk mail.

Didn't get a link?

Sign up

Ready to get started

Already have an account?

Sign up with email

By signing up you agree to Rappler’s Terms and Conditions and Privacy

Check your inbox

We just sent a link to your inbox. Click the link to continue registering. Can’t find it? Check your spam & junk mail.

Didn't get a link?

Join Rappler+

Join Move

How often would you like to pay?

Annual Subscription

Monthly Subscription

Your payment was interrupted

Exiting the registration flow at this point will mean you will loose your progress

Your payment didn’t go through

Exiting the registration flow at this point will mean you will loose your progress

welcome to Rappler+

welcome to Move

welcome to Move & Rappler+

4 hal yang bisa dilakukan untuk mengurangi sampah makanan

JAKARTA, Indonesia — Baru-baru ini, sebuah studi yang digagas oleh The Economist Intelligence Unit menyebut fakta yang mencengangkan seputar negara-negara penghasil sampah makanan terbesar di dunia.

Dari studi tersebut diperoleh yang cukup memprihatinkan. Indonesia berada di peringkat kedua negara dengan sampah makanan tertinggi per orang per tahunnya. Bayangkan saja, ternyata, setiap orang di Indonesia menghasilkan sampah makanan seberat 300 kilogram per tahunnya!

Di posisi pertama ditempati oleh Arab Saudi dengan jumlah sampah makanan 427 kilogram per orang per tahun Di posisi ketiga ada Amerika Serikat (277 kilogram) dan disusul Uni Emirat Arab (196 kilogram).

Indonesia juga ada di posisi 24 di daftar 25 negara yang upayanya paling minim untuk mengurangi sampah makanan. 

Tentu fakta ini tidak bisa diabaikan begitu saja. Bagaimana pun, sedini mungkin, kita sudah harus peduli dengan kondisi lingkungan, dalam hal ini pengelolaan sampah makanan. 

Sebenarnya, dengan hal-hal sederhana, masing-masing dari kita bisa mulai mengurangi jumlah sampah makanan yang kita hasilkan setiap hari. Dimulai dari kebiasaan-kebiasaan kecil saja. Lagipula, yang kecil, jika dilakukan rutin, pasti akan jadi besar, bukan?

Berikut 5 hal yang bisa dilakukan untuk mengurangi sampah makanan.

Bijak berbelanja

Terdengar sederhana, tapi ini adalah salah satu hal penting yang bisa dilakukan untuk mengurangi sampah makanan. Pastikan, saat berbelanja, kamu tidak berbelanja terlalu banyak. Ukur dan pastikan bahwa bahan makanan yang dibeli cukup untuk beberapa hari saja. Lebih baik sering berbelanja dengan jumlah sedikit daripada sekali berbelanja dengan jumlah banyak.

Ini untuk mengurangi jumlah makanan yang terkadang terlalu lama disimpan sehingga tidak bisa dikonsumsi. Memang diperlukan disiplin tinggi dan upaya untuk menerapkan gaya berbelanja seperti ini. Benar-benar rencanakan apa yang ingin kamu makan atau masak, sehingga semua bahan yang dibeli benar-benar dipergunakan dan tidak ada yang terbuang.

Agar lebih bijak belanja, jangan lupa menggunakan kode promo Blanja di sini

Menyimpan dan memakan sisa makanan

Sebenarnya, yang terbaik adalah menghabiskan makananmu hingga tuntas dan tidak menyisakan sampah. Kecuali jika memang ada yang tidak bisa dimakan ya. Tapi selain itu, usahakan untuk menyantap habis semua makanan.

Kalaupun bersisa, selalu simpan makanan tersebut untuk dikonsumsi beberapa saat ke depan. Simpan di wadah yang baik dan masukkan ke lemari pendingin. Misalnya, sisa makan malam mungkin bisa disimpan untuk dihangatkan kembali di pagi hari keesokannya.

Begitu juga jika kamu makan di restoran atau kafe. Jika ada sisa makanan, usahakan untuk meminta dibungkus untuk dihabiskan di rumah nanti.

Menyimpan makanan dengan tepat

Banyak informasi yang bisa didapat soal bagaimana menyimpan makanan yang tepat sesuai bahan dan komposisinya. Misalnya, tidak semua makanan bisa awet jika disimpan di lemari pendingin. 

Tomat, kentang, alpukat, bawang dan beberapa bahan makanan lain justru akan berkurang kualitasnya jika disimpan di lemari pendingin. Ini akan berujung pada produksi sampah makanan juga.

Ada pula bahan makanan yang memang harus disimpan di lemari pendingin untuk menjamin kualitasnya, seperti daging, contohnya. 

Mengorganisir stok makanan

Terkadang, setiap membeli makanan atau bahan makanan, kita menyimpannya begitu saja, tanpa mengaturnya terlebih dahulu, Padahal langkah ini sangat penting untuk menentukan makanan mana yang harus dikonsumsi saat ini, mana yang bisa disimpan.

Kadang-kadang, saking penuhnya lemari atau kulkas, kita bahkan lupa makanan apa yang sudah kita beli. Kalau lupa, akhirnya harus dibuang karena sudah tidak baik lagi kualitasnya. Jadi lebih baik mengatur lemari penyimpanan makanan atau kulkas dengan baik dan terorganisir.

Cara terbaik adalah dengan menggunakan sistem "first in first out". Setiap kali kamu membeli makanan atau bahan makanan baru, yang lama geser ke bagian depan, agar bisa dikonsumsi lebih dulu. Begitu seterusnya. Usahakan semua bisa terlihat dan tersusun rapi agar bisa mengontrol mana yang harus dikonsumsi.

—Rappler.com