BlackBerry berhenti buat smartphone, bagaimana nasibnya di Indonesia?

JAKARTA, Indonesia — BlackBerry akhirnya mengumumkan akan berhenti memproduksi perangkat smartphone dan hanya akan fokus mengembangkan bisnis software dan layanan mereka. 

Hal ini diungkapkan oleh CEO BlackBerry John Chen saat mengumumkan laporan keuangan perusahaan tersebut pada 28 September.

Kabar tentang kemungkinan BlackBerry yang akan berhenti membuat smartphone sebenarnya sudah berembus sejak lama. Langkah ini terpaksa diambil mengingat pendapatan mereka yang terus menurun. Selama tiga bulan terakhir, mereka bahkan mengalami kerugian sebesar US$372 juta (sekitar Rp4,8 triliun).

Meski demikian, keputusan ini tak lantas menghapus smartphone Blackberry dari pasaran. Chen mengungkapkan kalau mereka akan bekerja sama dengan pihak ketiga yang nantinya akan diberikan lisensi untuk memproduksi smartphone BlackBerry. 

Di Indonesia, pihak yang akan memproduksi smartphone tersebut adalah Tiphone, yang merupakan afiliasi dari perusahaan telekomunikasi terbesar di Indonesia, Telkom. Bersama BlackBerry, Tiphone telah membentuk sebuah perusahaan patungan yang bernama BB Merah Putih.

“Langkah ini memungkinkan kami untuk mengurangi kebutuhan modal dan meningkatkan keuntungan,” ujar Chen. 

Sebelumnya, Blackberry juga telah memberikan lisensi untuk pengembangan aplikasi chat BlackBerry Messenger (BBM) kepada perusahaan Tanah Air yang merupakan pemilik dari stasiun televisi SCTV dan Indosiar, yaitu Emtek.

Sebagai bagian dari kerja sama ini, BB Merah Putih berhak untuk membuat, mendistribusikan, dan memasarkan perangkat BlackBerry di Indonesia. Mereka juga akan mempunyai akses penuh terhadap software BlackBerry, termasuk sistem operasi Android “aman” yang telah dikembangkan perusahaan asal Kanada tersebut.

“Kami akan membantu para mitra kami dalam membuat perangkat yang kompetitif, meningkatkan skala distribusi mereka, serta memberi akses terhadap layanan-layanan baru,” ujar Ralph Pini, COO dan General Manager dari bagian Mobility Solutions milik BlackBerry. —Rappler.com

Artikel ini sebelumnya diterbitkan di Tech in Asia