BNPB: Jumlah titik kebakaran di Sumatera dan Kalimantan masih tinggi

KEBAKARAN HUTAN. Warga berusaha memadamkan api di lahan gambut di Tanjung Batu, Ogan Ilir, Sumatera Selatan, 18 September 2015. Foto oleh Adi Weda/EPA

KEBAKARAN HUTAN. Warga berusaha memadamkan api di lahan gambut di Tanjung Batu, Ogan Ilir, Sumatera Selatan, 18 September 2015.

Foto oleh Adi Weda/EPA

JAKARTA, Indonesia — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat jumlah titik kebakaran masih tinggi di sejumlah kawasan yang terkena bencana asap. Petugas terus bekerja esktra untuk memadamkan api hingga halam hari. 

Kepala Data dan Informasi BNPB Indonesia Sutopo Purwo Nugroho memaparkan data titik kebakaran sebagai berikut: 

Kalimantan Barat

Titik kebakaran di wilayah ini mencapai 40 titik panas, atau hotspot, pada 20 September lalu menurut pantuan satelit Terra & Aqua.

Namun menurut pantuan Satelit National Ocean and Atmospheric Administration (NOAA) terdapat 11 titik pada pukul 5, Senin pagi kemarin.

Daerah yang masih rawan antara lain di Kabupaten Ketapang dan Kapuas Hulu. 

Karena titik hotspot masih menyebar, maka jarak pandang di Bandara Supadio Pontianak per pukul 13:30 Senin siang masih sejauh 5 kilometer.

Sementara itu, kondisi Traffic Management Center (TMC) dinonaktifkan. 

Kalimantan Tengah

Titik kebakaran di wilayah ini mencapai 356 hotspot pada 21 September pukul 5 sore, menurut satelit Terra & Aqua.

Titik terbanyak terdapat di Kabupaten Kotawaringin Timur dengan 34 titik, Seruyan 31 titik, dan Pulang Pisau 26 titik. 

Sayangnya di Kabupaten Kotim hanya terdapat 30 orang tentara, 15 personel polisi, 30 petugas pemadam kebaranya untuk menjinakkan api.

Akibatnya, asap pekat dan jarak pandang pun masih 1.500 meter. Sementara untuk jarak pandang vertikal hanya 270 meter. 

Riau

BAKAR HUTAN. Petugas pemadam kebakaran menjinakkan api di Ogan Komering Ilir, Sumatera Utara, 14 September 2015. Foto oleh Adi Weda/EPA

BAKAR HUTAN. Petugas pemadam kebakaran menjinakkan api di Ogan Komering Ilir, Sumatera Utara, 14 September 2015.

Foto oleh Adi Weda/EPA

Titik kebakaran di wilayah ini mencapai 88 hotspot.

Hingga 21 September, luas lahan yang terbakar adalah 5.138 hektare, meningkat 1 Ha.

Sub satuan petugas darat pada Senin kemarin berhasil melakukan pemadalam di 340 titik yang tersebar di Pekanbaru, Inhu, Kuansing, Dumai, Bengkali, Meranti, Siak, hingga Rohil.

Menurut BNPB, hambatan di Riau antara lain, adalah keterbatasan peralatan dan kesulitan sumber air.  

Titik kebakaran di Riau ini menjadi perhatian karena kawasan Taman Nasional Nelo juga ikut terbakar. 

Jambi

Titik kebakaran di Jambi mencapai 12 hotspot. Di antaranya terjadi di Sarolangun, Batanghari, Tanjabtim, Tanjabar, dan Tebo. 

Kondisi udara di provinsi ini tidak sehat, mengingat Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) mencapai level 141. 

Sumatera Selatan

Titik kebakaran di Sulsel mencapai 128 titik menurut satelit Terra & Aqua pada 21 September.

Titik tersebar paling banyak di Ogan Ilir dengan 50 hotspot dan Musi Banyuasin dengan 50 hotspot

Akibatnya, jarak pandang hanya mencapai 2 km pada pukul 7 Senin pagi, dan 5 km pada pukul 16:00 sore kemarin.  

Namun indeks ISPU berada di level sedang, yakni 45. 

Kalimantan Selatan 

Di provinsi ini, satelit Terra & Aqua merekam 83 titik per pukul 17:00, 21 September kemarin.

Titik tersebar paling banyak di Tanah Bumbu dan Kotabaru. Masing-masing 19 dan 8 titik. 

BNPB memperkirakan kondisi asap dan jarak pandang mendatar turun pagi ini, 22 September. 

Tapi kondisi indeks ISPU di wilayah ini masih di level sedang. —Rappler.com

BACA JUGA