Penghargaan tak jadi jaminan Bripka Seladi dapatkan gudang sampah baru

MALANG, Indonesia - Kamu masih ingat dengan sosok polisi asal Malang, Bripka Seladi? Dia rela melakukan pekerjaan sampingan sebagai pemulung untuk menambah penghasilan sebagai petugas polisi. Walau penghasilan pas-pasan, Seladi justru tidak tergoda untuk memperkaya diri dengan menerima uang sogokan. 

Atas kejujurannya itu, Seladi mendapat penghargaan Bintang Bhayangkara dari Kapolri Jenderal Badrodin Haiti pada Jumat, 1 Juli. Penghargaan diserahkan di Polda Jawa Timur. Mengetahui sikap jujurnya diapresiasi oleh banyak orang, Seladi bertekad untuk tetap melanjutkan profesi sampingannya sebagai pemulung. 

“Saya berterima kasih atas dukungan dari senior saya di kepolisian, dari Kapolri, Kapolrda, Kapolres hingga Kasat,” kata Seladi yang ditemui Rappler di Malang pada Sabtu, 2 Juli. 

Dia mengatakan didukung oleh banyak orang, karena pekerjaan itu dikerjakan di luar jam dinas dan bermanfaat bagi masyarakat. 

Tetapi, kini dia tengah bingung mencari gudang baru untuk menimbun sampah. Gudang yang selama ini dia gunakan di Jalan Wahidin akan dikosongkan karena diambil kembali oleh pemiliknya. 

“Sejak 3 Juni kemarin, pemilik gudang hendak mengambil dan membangun gudangnya. Saya punya waktu hingga 10 hari setelah Lebaran untuk mengosongkan gudang ini dari sampah dan menemukan tempat baru,” ujar pria berusia 57 tahun itu. 

Gudang itu memang dipinjamkan kepada Seladi sejak tahun 2014 lalu. Di tempat itu pula, Seladi memilih sampah selepas jam dinas untuk mencari tambahan pemasukan. 

Sayang, sejak awal Ramadan, Seladi terlihat sibuk memindahkan tumpukan sampah ke tempat pembuangan sampah sementara di Lowok Doro, Gadang di Kecamatan Sukun. Kini, dia tengah memutar otak untuk mencari tempat permanen sebagai gudang baru. Tetapi, mencari tempat yang akan dijadikan gudang sampah tidak mudah. 

Saat ini, dia sedang mengumpulkan uang untuk membayar sewa tempat baru. 

“Alhamdulilah, selama dua bulan ini ada kiriman gaji pokok dari anggota DPR, Bambang Soesatyo sebesar Rp 4,2 juta. Saya sudah mendapatkan sejak bulan Juni lalu. Terima kasih untuk Pak Bambang,” kata dia. 

Tantangan terberat ujar Seladi yakni mencari lokasi gudang yang tepat. 

“Karena tumpukan sampah itu bau, sehingga tidak semua lokasi mau (menerima),” ujarnya. 

Dia berharap realisasi bantuan dari Ketua DPRD Kota Malang dalam waktu dekat. Sebab, sebelumnya Ketua DPRD Kota Malang menjanjikan upaya dialog kepada Pemkot Malang untuk meminjamkan aset tanah Kota Malang sebagai tempat gudang sampah Seladi. 

“Saya bercita-cita menampung banyak pemulung di tempat tersebut nantinya. Ini masih berupaya mengajukan proposal kepada Pemkot Malang,” tuturnya. 

Dia berharap kendala redaksional dalam proposalnya bisa segera selesai. - Rappler.com

BACA JUGA: