Direktur IMF Lagarde ajak anak muda Indonesia teladani Go-Jek

JAKARTA, Indonesia — Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF) Christine Lagarde mengajak anak muda Indonesia untuk meneladani kreativitas Go-Jek.

Menurut Lagarde, startup yang didirikan oleh Nadiem Makarim ini sukses mengubah permasalahan transportasi di Jakarta menjadi peluang bisnis.

"Lihatlah Go-Jek, versi Indonesia dari Uber. Pendirinya adalah anak muda yang berhasil mengubah tantangan, yaitu permasalahan transportasi di Jakarta, menjadi peluang: Sebuah bisnis yang menghubungkan orang, barang dan jasa," kata Lagarde dalam kuliah umumnya di kampus Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI), Selasa, 1 September.

Guru Besar FEB UI Mari Elka Pangestu, yang menjadi moderator pada sesi diskusi, sepakat bahwa kreativitas anak muda berperan penting dalam proses pembangunan perekonomian sebuah negara, termasuk Indonesia.

"Sudah waktunya kita beranjak dari efisiensi dan produktivitas, naik ke level berikutnya, yaitu menjadi kreatif dan inovatif," ujar mantan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif ini.

Menanggapi pernyataan Lagarde, pihak Go-Jek mengatakan terharu atas pengakuan yang didapatkan.

"Saya terharu, Direktur IMF menyebut kami," kata Vice President Marketing Go-Jek Indonesia Pingkan Irwin saat dihubungi Rappler.

Dimulai dari sebuah sebuah call center kecil yang mempekerjakan 20 orang, Go-Jek kini, bermitra dengan sekitar 60.000 pengemudi ojek di sejumlah kota besar di Indonesia.

Dengan aplikasi ponsel pintar yang mereka buat, Go-Jek menghubungkan puluhan ribu pengojek tersebut dengan pelanggan yang membutuhkan jasa transportasi dan kurir. —Rappler.com

BACA JUGA: