Daftar pelaku teror Paris dan mereka yang masih buron

JAKARTA, Indonesia — Perancis bersama dengan Belgia tengah melancarkan perburuan besar-besaran terhadap sejumlah individu yang terlibat dalam serangan yang menewaskan paling sedikit 129 orang di Paris Jumat malam, 13 November lalu.

Kedua negara di Eropa itu tengah berjuang mengungkapkan identitas para penyerang dan tersangka utama teror itu.

Berikut daftar beberapa dari tujuh pelaku serangan yang telah tewas, dan juga beberapa nama yang masuk penyelidikan. 

PELAKU TEROR PARIS YANG TEWAS:

Ismael Omar Mostefai (29 tahun), lahir pada 21 November 1985. 

Lahir di Courcouronnes, di bagian selatan Paris, Mostefai adalah warga Perancis keturunan Aljazair yang terlibat dalam serangan ke balai konser Bataclan. Ia tinggal di kawasan Chartres, sebelah barat daya Paris. 

Nama Mostefai sudah masuk pengawasan dinas intelijen Perancis dengan kategori "awas S" pada 2010 karena telah teradikalisasi, menurut sumber Kejaksaan Perancis. 

Ia diyakini pernah pergi ke Turki pada akhir 2013, dan para penyidik kemudian menduga dia telah pergi ke Suriah. 

Seorang pejabat pemerintah Turki mengatakan negara tersebut pernah mengontak Perancis mengenai Mostefai pada Desember 2014 dan Juni 2015, namun baru setelah serangan Paris ini pihak Perancis meminta keterangan mengenai Mostefai. 

Samy Amimour (28), lahir pada 15 Oktober 1987. 

Warga Prancis dari Drancy, Saint Denis, di bagian utara Paris ini juga terlibat dalam serangan ke Bataclan. 

Aminour sudah menjadi daftar perintah penangkapan internasional sejak akhir 2013. Ia juga menjadi objek penyelidikan resmi sejak Oktober 2012 karena dicurigai terlibat dalam aktivitas yang berhubungan dengan terorisme dengan berencana pergi ke Yaman.

Menurut sumber di Kejaksaan Paris, Amimour diyakini pergi ke Suriah pada akhir 2013. 

Brahim Abdeslam (31), lahir pada 30 Juli 1984. 

Brahim adalah kakak dari Salah Abdeslam, tersangka kunci yang masih buron. 

Brahim adalah warga Perancis yang tinggal di Belgia. Ia tewas akibat meledakkan diri di Cafe Comptoir Voltaire, Paris. 

Bilal Hadfi (20), lahir pada 22 Januari 1995. 

Hadfi terlibat dalam serangan di bom di luar Stadion Stade de France. 

Ahmad Al Mohammad (25), lahir pada 10 September 1990.

Sebuah paspor ditemukan di samping jenazah pembom bunuh diri atas nama Ahmad Al Mohammad. Ia berasal dari Idlib, Suriah barat daya. 

TERSANGKA UTAMA YANG MASIH BURON

BURON. Salam Abdeslam merupakan salah satu buronan pelaku serangan di Paris. Foto dari Police Nationale/AFP

BURON. Salam Abdeslam merupakan salah satu buronan pelaku serangan di Paris.

Foto dari Police Nationale/AFP

Abdelhamid Abaaoud (27), warga Belgia, tersangka perancang serangan, tampaknya di Suriah. 

Radio RTL menyebutkan bahwa Abaaoud adalah warga distrik Molenbeek di Brussels. 

Media di Belgia menyebut Abaaoud terlibat dalam serangkaian serangan terencana di Belgia yang digagalkan polisi Januari silam. Media juga melaporkan tahun lalu bahwa ia adalah kakak dari seorang remaja berumur 13 tahun yang meninggalkan Belgia untuk menjadi petempur di Suriah.

Salah Abdeslam (26), warga Perancis kelahiran Brussels, 15 September 1989. 

TERSANGKA PENYEWA VW POLO HITAM UNTUK SERANGAN PARIS 

 

Aparat keamanan Belgia menginvestigasi jalanan di Molenbeek, Brussels, pada 14 November 2015, usai menangkap sejumlah terduga tersangka pelaku teror di Paris, Perancis. Foto oleh Olivier Hoslet/EPA

Aparat keamanan Belgia menginvestigasi jalanan di Molenbeek, Brussels, pada 14 November 2015, usai menangkap sejumlah terduga tersangka pelaku teror di Paris, Perancis.

Foto oleh Olivier Hoslet/EPA

Di Belgia:

Dua dari 7 orang ditangkap pada penggerebekan 14 November kini ditahan atas tuduhan terorisme. 

Mohammad Abdeslam, kakak satunya lagi dari Salah dan Brahim (sudah tewas), adalah di antara lima orang yang dibebaskan setelah menghadapi pertanyaan awal polisi. 

Yang menjadi pusat perhatian kini adalah Molenbeek, sebuah distrik miskin di Brussels yang menjadi tempat tinggal banyak imigran. 

Di Perancis:

Polisi menangkap 25 orang dalam penggerebekan besar-besaran terhadap para tersangka militan Islamis Minggu, 15 November, malam lalu. —Laporan Antara/Rappler.com

BACA JUGA: