Provide your email for confirmation

Tell us a bit about yourself

country *
province *

why we ask about location

Please provide your email address

Login

To share your thoughts

Don't have an account?

Login with email

Check your inbox

We just sent a link to your inbox. Click the link to continue signing in. Can’t find it? Check your spam & junk mail.

Didn't get a link?

Sign up

Ready to get started

Already have an account?

Sign up with email

By signing up you agree to Rappler’s Terms and Conditions and Privacy

Check your inbox

We just sent a link to your inbox. Click the link to continue registering. Can’t find it? Check your spam & junk mail.

Didn't get a link?

Join Rappler+

How often would you like to pay?

Monthly Subscription

Your payment was interrupted

Exiting the registration flow at this point will mean you will loose your progress

Your payment didn’t go through

Exiting the registration flow at this point will mean you will loose your progress

Direktur PTSP Batam terlibat ISIS

ISIS. Direktur PTSP Kota Batam, Dwi Djoko, diberitakan bergabung dengan ISIS. Foto dari batamkota.go.id

ISIS. Direktur PTSP Kota Batam, Dwi Djoko, diberitakan bergabung dengan ISIS. Foto dari batamkota.go.

id

TANJUNGPINANG, Indonesia – Dwi Djoko, Direktur Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Badan Pengusahaan Batam dipastikan terlibat dalam Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).

“Kami berkoordinasi dengan instansi terkait dalam menangani permasalahan itu,” kata Deputi Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Brigjen Hamidin dalam dialog pencegahan terorisme di Tanjungpinang, Jumat, 6 November.

Dwi dan keluarganya tidak lagi berada di Indonesia. Mereka diduga ada di Irak.

“Ini menunjukkan ISIS sudah masuk ke berbagai kalangan,” kata Hamidin.  

"Ada warga Batam yang menginformasikan,sekaligus mempertanyakan permasalahan itu. Saya katakan, 85 persen Dwi Djoko terlibat ISIS," ujarnya.

Dwi dilaporkan sudah tidak lagi bekerja sejak empat bulan yang lalu. Ketika anggota Densus 88 mengecek rumahnya, dia sudah tidak ada di sana.

Dwi dikenal sebagai pejabat yang ramah. “Kami tidak menyangka dia terlibat ISIS,” kata seorang jurnalis bernama Budi Suyanto.

Menurut Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, pemerintah juga ikut menyelidiki kasus Dwi ini. 

"Lagi dikoordinasikan, dicek telusuri jaringan oleh Dirjen Poltik dan Pemerintahan Umum," kata Tjahjo pada Rappler. 

Keterlibatan WNI dengan ISIS bukan sesuatu yang baru. Sebelumnya, 16 WNI sempat diberitakan ditangkap di Turki karena diduga terkait ISIS. 

Pemerintah telah berwacana untuk mencabut paspor WNI yang sengaja ke luar negeri untuk bergabung dengan ISIS. Mereka menyiapkan peraturan semacam instruksi presiden atau keputusan presiden untuk misalnya melakukan cegah-tangkal terhadap mereka yang terbukti bepergian untuk bergabung dengan ISIS.– Laporan dari Uni Lubis/Antara/Rappler.com

BACA JUGA: