Provide your email for confirmation

Tell us a bit about yourself

country *
province *

why we ask about location

Please provide your email address

Login

To share your thoughts

Don't have an account?

Login with email

Check your inbox

We just sent a link to your inbox. Click the link to continue signing in. Can’t find it? Check your spam & junk mail.

Didn't get a link?

Sign up

Ready to get started

Already have an account?

Sign up with email

By signing up you agree to Rappler’s Terms and Conditions and Privacy

Check your inbox

We just sent a link to your inbox. Click the link to continue registering. Can’t find it? Check your spam & junk mail.

Didn't get a link?

Join Rappler+

How often would you like to pay?

Monthly Subscription

Your payment was interrupted

Exiting the registration flow at this point will mean you will loose your progress

Your payment didn’t go through

Exiting the registration flow at this point will mean you will loose your progress

Jokowi: Duterte mempersilahkan Indonesia eksekusi Mary Jane

JAKARTA, Indonesia (UPDATED) - Upaya Pemerintah Filipina untuk menyelamatkan nyawa salah satu warganya, Mary Jane Veloso rupanya hanya sekedar isapan jempol belaka. Setelah mengatakan akan mengajukan pengampunan bagi Mary Jane ketika berkunjung ke Indonesia, ternyata isu tersebut justru tidak dianggap cukup penting untuk dibahas saat ini.

Sementara, Presiden Joko “Jokowi” Widodo menyampaikan pernyataan mengejutkan saat berkunjung ke Banten pada Minggu sore, 11 September. Dia mengatakan jika Presiden Filipina Rodrigo Duterte memberikan lampu hijau bagi Indonesia kalau ingin mengeksekusi perempuan berusia 31 tahun itu.

“Saya sudah sampaikan mengenai (kasus) Mary Jane, saya bercerita Mary Jane membawa 2,6 kilogram heroin. Dan saya cerita mengenai penundaan eksekusi kemarin. Presiden Duterte saat itu menyampaikan silahkan kalau mau dieksekusi,” kata Jokowi di hadapan media.

Sementara, terkait proses hukum kasus Mary Jane, mantan Walikota Solo itu menyebut hal tersebut tergantung pada Jaksa Agung.

“Tetapi, jawaban Presiden Duterte saat itu seperti itu,” katanya lagi.

Sementara, selama ini Mary Jane kerap menganggap dirinya tidak bersalah dan dijebak oleh seorang perempuan bernama Maria Kristina Sergio. Dia merekrut Mary Jane dan menawarinya pekerjaan sebagai asisten rumah tangga.

Maria memberi koper miliknya kepada Mary Jane dan meminta agar terbang ke Yogyakarta.

Mary Jane sempat nyaris dieksekusi pada tahun 2015, namun diselamatkan di menit-menit terakhir. Pemerintah Indonesia mengatakan akan menunggu hasil persidangan terhadap Maria di Filipina sebelum menindak lanjuti kasus Mary Jane.

Bantah berikan lampu hijau

Juru bicara kepresidenan Ernesto Abella kemudian memberi klarifikasi mengenai pernyataan Presiden Jokowi. Dalam sebuah jumpa pers, Abella membantah bahwa Duterte telah memberikan lampu hijau agar Indonesia mengeksekusi Mary Jane.

“Pernyataan dan pembicaraan dia yang sesungguhnya seperti ini: ‘dia mengatakan, terkait dengan Mary Jane Veloso, dia mengatakan ‘akan mengikuti hukum yang berlaku di negara Anda dan saya tidak akan ikut campur’. Selesai,” ujar Abella mengklarifikasi pernyataan Duterte.

Sekali lagi Abella menegaskan jika Duterte tidak memberikan dukungan agar Indonesia mengeksekusi Mary Jane.

“Tidak ada sama sekali, pernyataan kategoris, tidak ada dukungan apa pun. Dia hanya mengatakan bahwa kami akan mengikuti hukum yang berlaku di negara Anda,” katanya lagi.

Menurut Abella, Duterte yakin bahwa tidak ada pernyataannya yang disalah artikan oleh Jokowi.

“Dia hanya mengklarifikasi apa yang telah dia sampaikan,” tuturnya.

Ketika ditanya apakah Duterte terkejut dengan banyaknya pemberitaan yang menulis bahwa Pemerintah Filipina memberi lampu hijau terhadap eksekusi Mary Jane, Abella mengaku tidak tahu.

“Yang pasti dia memiliki jawaban yang sangat cepat,” kata dia.

Sebelumnya, Jokowi mengatakan kepada media, jika isu Mary Jane sempat dibahas dalam pertemuan bilateral keduanya di Istana Merdeka pada Jumat pekan lalu. Jokowi menyebut Duterte mempersilahkan jika Indonesia ingin mengeksekusi Mary Jane. - Rappler.com

BACA JUGA: