Bank Dunia: Berbisnis di Indonesia semakin mudah

JAKARTA, Indonesia — Memulai bisnis baru di Indonesia kini menjadi semakin mudah, paling tidak berdasarkan peringkat kemudahan berbisnis (ease of doing business ranking) Bank Dunia edisi 2016 yang baru saja dipublikasikan. Indonesia melompat dari peringkat 114 pada edisi 2015 ke peringkat 109. 

Dalam survei tahunannya ini, Bank Dunia memproyeksikan tingkat kemudahan memulai bisnis baru di suatu negara pada tahun berikutnya, berdasarkan data hasil survei mereka. Peringkat kemudahan berbisnis adalah keluaran dari survei ini.

Menurut Bank Dunia, faktor yang menjadi kunci peningkatan peringkat Indonesia adalah keberhasilan pemerintahnya menyederhanakan sistem birokrasi di tiga area: proses memulai bisnis, proses mendapatkan kredit dan proses pembayaran pajak.

Meski demikian, secara umum Indonesia masih relatif tertinggal, bahkan di kawasan Asia Tenggara. Brunei Darussalam, Filipina, Malaysia, Thailand, Singapura dan Vietnam, semua peringkatnya ada di atas Indonesia.

Pebisnis tak perlu khawatirkan ketahanan perbankan

Kabar baik lain bagi pelaku usaha yang ingin memulai bisnis di Tanah Air datang dari lembaga penilai risiko Moody's.

Dalam laporannya yang terbit pada Selasa, Moody's menilai bahwa sistem perbankan Indonesia memiliki kemampuan untuk menghadapi risiko dari ketidakpastian situasi perekonomian global yang terjadi belakangan.

"Volatilitas pasar negara berkembang membuat investor menganalisis risiko yang dihadapi dunia perbankan Indonesia. Moody menilai bahwa risiko-risiko yang ada dapat dikendalikan oleh perbankan Indonesia," kata Senior Credit Officer Srikanth Vadlamani. Rappler.com

 

BACA JUGA: