ELT diduga kedaluwarsa, pesawat Aviastar masih sulit ditemukan

JAKARTA, Indonesia — (UPDATED) Pencarian pesawat Aviastar yang hilang kontak pada Jumat, 2 Oktober, lalu masih terhambat karena baterai Emergency Locator Transmitter (ELT) yang ada pada pesawat diperkirakan telah kedaluwarsa.

"Sulitnya ditemukan lokasi pesawat juga ternyata di sebabkan oleh baterai Emergency Locator Transmiter yang sudah kedaluwarsa. Ada kemungkinan baterainya sudah tidak layak pakai," ujar Rizal, koordinator Badan SAR Nasional (Basarnas) di Bandara Hasanuddin Makassar, yang terlibat dalam operasi pencarian, Minggu, 4 Oktober, saat dihubungi Rappler.

Hari ini, operasi pencarian pesawat Aviastar dilanjutkan kembali setelah sebelumnya terkendala cuaca buruk. Luas wilayah pencarian juga diperluas dari empat sektor menjadi 6 sektor. 

"Perluasan dari sebelumnya empat sektor menjadi enam sektor," ujar Direktur Operasi dan Latihan Basarnas Brigjen TNI Marinir Ivan, Minggu, sebagaimana dikutip oleh media

Dalam perkembangan terkini, tim Basarnas menerima laporan ditemukannya puing pesawat di wilatah Desa Maiwa, Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan.

"Untuk memastikan informasi itu, kami mengutus enam orang personil untuk mengecek langsung di Desa Maiwa. Tim kami ini juga dilengkapi dengan alat evakuasi," ujar Koordinator Basarnas Kabupaten Bone Andi Sulthan yang ikut dalam pencarian, Minggu.

Sementara itu proses pencarian di pegunungan Bua, Bastem dan Latimojong juga tetap berjalan.

Sebelumnya menurut keterangan, General Manager Angkasa Pura I Ahmad Munir, titik koordinat sementara lokasi pesawat telah ditemukan pada Sabtu, 3 Oktober, bersumber dari sinyal ponsel milik pilot Aviastar. 

Titik tersebut berjarak sekitar 60 nautical mile dari titik hilangnya kontak dengan pesawat Aviastar. Lokasi tepatnya adalah minus derajat 27 menit 32 titik 9 detik S 120 derajat 21 menit 40 titik 3 detik.

Namun belakangan, juru bicara Kementerian Perhubungan JA Barata mengonfirmasi bahwa upaya untuk mencari lokasi persis pesawat dengan melacak sinyal tersebut, belum membuahkan hasil. 

"Kita masih mencari di lokasi rute penerbangan Aviastar, sinyal sempat dilacak oleh Basarnas tetapi tidak bisa," kata Barata, Sabtu. 

Pemerintah Luwu siagakan fasilitas medis

Mengantisipasi jika terdapat penumpang pesawat Aviastar yang membutuhkan perawatan medis atau telah meninggal dunia saat ditemukan, Pemerintah Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan telah menyiagakan puskesmas dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Batara Guru yang ada di Luwu, termasuk kamar mayat dan Unit Gawat Daruratnya. 

"Kami juga menyediakan kamar mayat meski kita berharap pesawat Aviatar berikut penumpangnya bisa segera ditemukan dalam kondisi selamat," kata Direktur RSUD Batara Guru Suharkimin. 

Kabupaten Luwu sendiri merupakan salah satu wilayah yang menjadi fokus tim Basarnas dalam mencari pesawat Aviastar. — Rappler.com

Baca juga: