Empat turis hilang saat menyelam di Pulau Sangalaki

BERAU, Indonesia — Empat wisatawan mancanegara hilang saat menyelam di sekitar Pulau Sangalaki, Kepulauan Derawan, Kalimantan Timur, sejak Sabtu, 15 Agustus. 

Tiga berasal dari Italia: Michela (33), Alberto (36), dan Daniele (36), sementara satu turis, Vana Chris R (28), berasal dari Belgia. 

Awalnya 6 orang menghilang, namun dua turis kemudian berhasil diselamatkan oleh warga Pulau Derawan. Dua orang ini, Valeria (34) dan Maurizio Rage (36), juga berasal dari Italia. 

Tim SAR Balikpapan telah mengirimkan 4 penyelam untuk mencari mereka sejak dinyatakan menhilang. 

“Mereka berangkat tadi malam sejak mendapat kabar dari sana. Tim yang ikut dalam pencarian adalah SAR Angkatan Laut, SAR Tarakan, Polsek Derawan, dan Koramil, serta kelompok masyarakat,” kata Kepala Seksi Operasional SAR Balikpapan Mugiono, Minggu, 16 Agustus. 

Arus bawah laut deras

Mugiono mengatakan hilangnya para penyelam diduga disebabkan karena derasnya arus bawah laut. Di sekitar Kepulauan Derawan Sangilaki, gelombang sedang tinggi dan angin bertiup kencang. 

Tim pencari akan berkoordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk menghitung kecepatan arus dan angin untuk memprediksi lokasi. 

“Data BMKG yang dijadikan dasar untuk mencari korban karena arus di sana cukup kencang. Ini kan angin selatan. Lokasi pencarian tetap disekitar pulau Sangalaki,” ujar Mugiono.

Menurutnya, dengan kondisi laut seperti itu, pemerintah setempat harusnya melarang sementara kegiatan penyelaman. 

“Ini kan angin selatan dan anginnya sangat kencang. Tidak baik untuk menyelam.” — Rappler.com