4 hal yang perlu kamu tahu tentang ISIS di Indonesia

Analisis media sosial adalah kerangka yang penulis gunakan untuk menganalisa jaringan sosial fisik yang mendukung serangan teroris di Indonesia. 

Setelah Bali, struktur komando Jemaah Islamiyah lumpuh, dan operasional mereka terdegradasi karena anggota jaringannya telah tewas dan ditangkap aparat. 

Namun pada dasarnya, pimpinan pucuk dan tengah mereka yang melumpuhkan jaringan itu untuk mempersiapkan operasi yang lebih canggih dalam skala besar. 

Nyatanya, jaringan mereka masih tetap hidup dan menyebarkan ideologi tersebut. Mereka melakukan perekrutan-perekrutan yang baru, lebih tidak teratur dan polanya tidak terdesentralisasi. 

Pada 2010 dan 2011, jaringan yang lebih kecil, lebih fokus pada satu tujuan, lebih profesional muncul tanpa koordinasi dari pusat. 

Beberapa aksi mereka, seperti aksi bunuh diri di stasiun kereta api pada 2011 atau dua teroris mencegat seorang polisi di tengah malam dan membunuhnya di kantor polisi, bisa diperkirakan sebagai serangan tunggal, meski IPAC mengatakan hanya dua serangan yang bisa dikatakan sukses sejak 2006. 

Otoritas mengaku bahwa serangan tunggal seperti ini sangat tidak mungkin diprediksi dan dicegah. —Rappler.com

BACA JUGA:

Maria A. Ressa

Maria Ressa has been a journalist in Asia for nearly 35 years. As Rappler's co-founder, executive editor and CEO, she has endured constant political harassment and arrests by the Duterte government. For her courage and work on disinformation and 'fake news,' Maria was named Time Magazine’s 2018 Person of the Year, was among its 100 Most Influential People of 2019, and has also been named one of Time's Most Influential Women of the Century. She was also part of BBC's 100 most inspiring and influential women of 2019 and Prospect magazine's world's top 50 thinkers, and has won many awards for her contributions to journalism and human rights. Before founding Rappler, Maria focused on investigating terrorism in Southeast Asia. She opened and ran CNN's Manila Bureau for nearly a decade before opening the network's Jakarta Bureau, which she ran from 1995 to 2005. She wrote Seeds of Terror: An Eyewitness Account of al-Qaeda’s Newest Center of Operations in Southeast Asia and From Bin Laden to Facebook: 10 Days of Abduction, 10 Years of Terrorism.

image