FPI akan gelar nonton bareng film 'Pengkhianatan G30S/PKI'

UPDATE: LIVE BLOG Nonton bareng film 'Pengkhianatan G30S/PKI' bersama Front Pembela Islam

JAKARTA, Indonesia — Front Pembela Islam (FPI) akan menggelar nonton bareng film Pengkhianatan G30S/PKI di Aula Majlis Talim Revolusi Anwarul Hidayah, Cawang, Jakarta Timur, 30 September.

Pemutaran film ini salah satunya untuk memperingati peristiwa Gerakan 30 September 1965, yang disebut menewaskan hingga jutaan orang. 

“Iya, benar,” kata juru bicara FPI Munarman pada Rappler, Selasa, 29 September, ketika dikonfirmasi tentang pemutaran film.

Apa alasannya? Munarman tak menjelaskan lebih lanjut. 

Namun dari informasi yang diterima Rappler, FPI menggelar nonton bareng untuk mengingat peran Partai Komunis Indonesia (PKI) di masa lalu.

“Kebiadaan PKI tahun 1965 yang telah memberontak dari kedaulatan NKRI, membunuhi jenderal-jenderal, dan para ulama pelan-pelan mulai dilupakan orang terutama generasi muda,” tulis informasi yang diperoleh Rappler, Selasa.

Menurut pernyataan tersebut, acara akan didahului dengan ziarah ke makam tokoh Islam dan jajaran Tentara Nasional Indonesia (TNI), hari ini.

Kemudian pada Rabu keesokan harinya, acara dimulai kembali pukul 7 malam, diawali dengan salat Isya bersama. 

Setelah itu, Imam Besar FPI Habib Rizieq akan membuka acara, dilanjutkan dengan pemutaran film yang disutradarai oleh Arifin C. Noer tersebut. Film Pengkhianatan G30S/PKI menggambarkan suatu masa menjelang kudeta terhadap Presiden Sukarno dan beberapa hari setelah peristiwa tersebut.

Dalam kekacauan ekonomi menjelang jatuhnya Sukarno, enam jenderal TNI Angkatan Darat dibunuh yang, berdasarkan gambaran film tersebut, didalangi oleh PKI. —Rappler.com

 BACA JUGA: