Provide your email for confirmation

Tell us a bit about yourself

country *
province *

why we ask about location

Please provide your email address

Login

To share your thoughts

Don't have an account?

Login with email

Check your inbox

We just sent a link to your inbox. Click the link to continue signing in. Can’t find it? Check your spam & junk mail.

Didn't get a link?

Sign up

Ready to get started

Already have an account?

Sign up with email

By signing up you agree to Rappler’s Terms and Conditions and Privacy

Check your inbox

We just sent a link to your inbox. Click the link to continue registering. Can’t find it? Check your spam & junk mail.

Didn't get a link?

Join Rappler+

How often would you like to pay?

Monthly Subscription

Your payment was interrupted

Exiting the registration flow at this point will mean you will loose your progress

Your payment didn’t go through

Exiting the registration flow at this point will mean you will loose your progress

Total korban tewas akibat gempa Taiwan mencapai 114 orang

TAIPEI, Taiwan - (UPDATE) Pemerintah Taiwan pada Sabtu, 13 Februari mengakhiri proses pencarian korban akibat gempa bumi berkekuatan 6,4 skala richter di kota Tainan. Mereka mengaku telah menemukan semua korban yang semula dinyatakan hilang.

Berdasarkan informasi dari otoritas setempat, total korban tewas menjadi 114 orang. Jenazah mereka ditemukan di bawah reruntuhan komplek gedung apartemen Wei-kuan yang berlokasi di sebelah selatan kota Tainan. Korban tewas paling muda diketahui berusia 10 hari dan yang paling tua berumur 75 tahun. 

Jika ditelusuri dari latar belakang korban, ada yang merupakan petugas keamanan gedung komplek apartemen, calon ibu dan anggota komite pengelola gedung. Sebagian besar dari korban berusia di bawah 25 tahun.

Petugas SAR juga menemukan jenazah sepasang kekasih yang masih duduk di bangku universitas. Mereka ditemukan dalam keadaan berpelukan. Tsai Meng-chia dan Huang Ro-hsin diketahui baru saja kembali ke apartemen beberapa saat sebelum gempa mengguncang pada pukul 04.00 waktu setempat. 

Penemuan jenazah mereka disampaikan oleh Presiden Taiwan, Ma Ying-jeou. 

"Sangat, sangat menyedihkan mengetahui dua generasi muda berusia 21 tahun meninggal begitu saja," ujar Ma ketika berpidato di hadapan publik. 

Kendati menurut data, hanya 256 penghuni apartemen di gedung itu, tetapi kenyataannya saat itu ada lebih dari 380 orang di sana. Banyak keluarga yang sengaja berkumpul jelang perayaan Tahun Baru China hari Senin, 8 Februari kemarin. 

Beristirahat dengan tenang

Sementara, anggota keluarga lainnya mengisahkan kepedihan mereka saat mengetahui hampir sebagian besar kerabatnya meninggal akibat gempa. Salah seorang korban selamat, Lee Tsong-tian, menceritakan hanya dia satu-satunya keluarga yang tersisa. Tujuh anggota keluarga lainnya yang tinggal di gedung apartemen itu tidak dapat diselamatkan. 

Tim SAR berhasil mengeluarkannya dari reruntuhan bangunan dalam keadaan hidup usai berupaya selama lebih dari 50 jam. Walaupun, setelah itu kaki Lee terpaksa harus diamputasi.

"Dari delapan anggota keluarga kami, Tsong-tian bisa diselamatkan," ujar kakaknya, Lee Su- tsu ketika menghadiri upacara penghormatan pada Jumat kemarin. 

Dia berharap semua korban tewas bisa beristirahat dengan tenang tanpa merasakan sakit. 

Derita juga dirasakan Liu Yi-chen, sebab bayi perempuannya yang baru berusia 10 hari tidak bisa diselamatkan. Ketika gempa terjadi, wanita berusia 38 tahun itu tengah menyusui putrinya di tempat tidur. Tiba-tiba lantai di kamarnya terperosok ke dalam.

"Bayi saya jatuh. Saya bisa mendengarnya menangis tetapi saya tak bisa menyelamatkannya," kata Liu. 

Bayinya sempat terdengar menangis selama satu jam, kemudian tak terdengar lagi suaranya. Dalam kejadian tragis itu, Liu juga kehilangan suami dan dua anaknya yang lain. 

Satu WNI tewas 

Pada Jumat malam, 12 Februari, Kementerian Luar Negeri menduga ada satu WNI yang diduga tewas akibat gempa di Taiwan. Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Kemlu, Lalu Muhammad Iqbal, mengatakan untuk memastikan identitas jenazah, maka akan dilakukan tes DNA. 

"Tim kami sudah mengambil sampel DNA. Insya Allah pada hari ini sudah siap data olahannya sehingga hari Senin bisa dilakukan proses identifikasi," ujar Iqbal melalui pesan pendek yang diterima Rappler pada Sabtu, 13 Februari.

Sementara, Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI), Nusron Wahid menyebut jenazah diduga atas nama Ellysabet Sami dan berasal dari Temanggung, Jawa Tengah.

"Kami menemukan jenazahnya di rumah sakit," kata Nusron ketika dihubungi Rappler melalui telepon.

Tim KDEI terus memantau proses identifikasi jenazah di rumah sakit dan membuka posko KDEI peduli di Tainan Si Hua Street No 42-2, North District, Kota Tainan sejak hari Minggu kemarin. Posko itu bisa dihubungi di nomor telepon: +886973947516

Berdasarkan informasi dari Kemlu, di kota Tainan terdapat sekitar 17 ribu WNI. Sebanyak 16.800 di antaranya adalah TKI sedangkan sisanya pelajar dan WNI lainnya.

Usai pencarian korban dinyatakan berhenti pada Sabtu kemarin, kini selanjutnya tim dari Pemerintah Taiwan akan fokus untuk membersihkan reruntuhan dan mensterilkan area. - laporan AFP/Rappler.com

BACA JUGA: