Go-Jek luncurkan Go-Mart, siap jadi asisten belanja warga perkotaan

 

Setelah ramai diperbincangkan sejak pertengahan September lalu, layanan Go-Mart yang merupakan vertikal baru Go-Jek resmi diluncurkan pada Kamis, 22 Oktober. 

Menurut CEO Go-Jek Nadiem Makarim, Go-Mart adalah layanan yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan berbelanja secara praktis dan singkat langsung melalui smartphone.

Selain untuk memenuhi kebutuhan konsumen, Go-Mart juga diluncurkan untuk membantu praktisi retail mendapatkan lebih banyak konsumen. Menurutnya, banyak orang yang enggan datang langsung ke toko karena panas dan macet, sehingga solusi seperti ini cocok untuk diaplikasikan.

Ia menambahkan bahwa layanan Go-Mart telah mendukung lebih dari 50.000 produk yang tersedia di 40 toko. 

“Kami telah bekerja sama dengan peretail yang ada di Jabodetabek,” kata Nadiem. 

Bahkan, ia dengan yakin mengklaim layanan ini mampu mengalahkan layanan delivery yang ditawarkan e-commerce kebanyakan, karena terdapat jaminan kurang dari 45 menit pesanan sudah sampai di tangan konsumen.

“Ditambah dengan pengemudi Go-Jek yang telah mencapai 100.000 pengemudi, pesanan konsumen malah bisa lebih cepat sampai,” tuturnya.

Minimal transaksi Rp 100.000

Screenshot layanan Go-Mart dari Go-Jek.

Screenshot layanan Go-Mart dari Go-Jek.

Untuk mencoba layanan ini, pengguna hanya perlu membuka aplikasi Go-Jek dan memilih layanan Go-Mart. 

Menurut Nadiem, para peretail yang terdaftar tidak perlu memasukkan produk yang tersedia, karena prosedur semuanya dilakukan oleh tim Go-Mart, mulai dari foto hingga susunan kategori produk.

“Sejauh ini para peretail yang ingin bergabung belum dikenakan biaya. Namun bila dianggap efektif, nantinya akan ada penyesuaian tarif. Pastinya syarat utama adalah masih terjangkau oleh pengemudi di sekitar Jabodetabek,” katanya.

Pengguna dapat mencoba layanan ini dengan minimum pembelanjaan Rp 100.000 dan maksimal Rp 2 juta. Selama masa promosi, tarif Go-Mart hanya Rp 10.000 — di luar dari harga produk yang diinginkan.

Sebagai tambahan informasi, aplikasi Go-Jek yang tersedia untuk platform Android dan iOS sudah mendapat lebih dari 6 juta unduhan. Nadiem menambahkan bahwa pengguna baru rata-rata tahu layanan Go-Jek tidak hanya sekadar menyasar ranah transportasi.

Dengan tambahan layanan ini, Go-Jek kini secara tidak langsung akan berkompetisi dengan HappyFresh dan SukaMart.

Layanan baru ini tentunya semakin mengukuhkan posisi Go-Jek sebagai salah satu startup yang kian menanjak popularitasnya dalam mengatasi masalah yang terjadi di kehidupan sehari-hari. 

Menurut kamu, layanan lain apalagi yang dapat menarik minat masyarakat? —Rappler.com

Tulisan ini sebelumnya diterbitkan di Tech in Asia.

BACA JUGA: