Go-Jek turunkan harga, pengemudinya bisa pindah ke kompetitor

JAKARTA, Indonesia — Belakangan diberitakan bahwa sejumlah pengemudi Go-Jek berencana melakukan aksi mogok. Mereka memprotes kebijakan perushaan yang menurunkan harga untuk setiap kilometer jarak tempuh dari Rp 4.000 menjadi Rp 3.000 per kilometer.

"Sehubungan dengan adanya pengurangan tarif dasar Go-Jek dari Rp 4.000 ke 3.000 per kilometer, sistem rating yang tidak jelas (naik turun), seringnya aplikasi error dan seringnya withdraw error, mari sama-sama kita melakukan mogok massal," tulis seorang pengemudi bernama Hendra Setiadi di laman Facebook resmi Go-Jek.

Pihak Go-Jek sendiri membenarkan adanya kebijakan ini.

"Iya, kami sudah berkomunikasi dengan mereka (pengemudi), untuk menjelaskan kalau kami dengar keluhan dari mereka dan kami juga lagi berbenah di sisi kami," kata Vice President Marketing Go-Jek Pingkan Irwin kepada Rappler, Selasa, 2 November. 

Protes dari para pengemudinya ini dinilai bisa menimbulkan dampak negatif terhadap kelangsungan bisnis Go-Jek. Bahkan terdapat potensi para pengemudi startup yang didirikan oleh Nadiem Makarim ini akan pindah ke perusahaan kompetitor.

"Bisnis Go-Jek itu kuncinya dua, retention (mempertahankan) pengemudi dan retention pelanggan," kata Associate di MDI Venture, lembaga modal ventura mitra PT Telkom Indonesia, Joshua Agusta.

"Kalau seperti ini ada potensi mereka kehilangan pengemudi. Mereka bisa pindah ke kompetitor," ujar Joshua.

Ia menilai proses komunikasi menjadi kunci untuk mencegah terjadinya hal ini. 

"Harusnya dikomunikasikan dengan baik kepada pengemudi," katanya.

Sejauh ini, Go-Jek telah mengomunikasikan kebijakan penurunan harga mereka melalui pesan singkat. Respon atas ancaman aksi mogok pun disampaikan melalui pesan singkat. 

Dilansir dari pesan singkat yang beredar di media, manajemen Go-Jek telah mengeluarkan pernyataan melalui SMS kepada setiap pengemudinya yang berpartisipasi atau memprovokasi terjadinya demonstrasi, mogok, serta sweeping akan diputus kemitraannya.

Menurut Pingkan, ini hanya merupakan langkah pencegahan agar pengemudi Go-Jek yang sebelumnya belum memiliki niat untuk melakukan hal-hal tersebut, tak terprovokasi.

"Kemarin kami kasih imbauan untuk tidak terprovokasi. Dan pihak Go-Jek sendiri juga mendengar keluhan para driver mengenai hal ini," ujarnya. Rappler.com

BACA JUGA: